Terpisah, Wardoyo (62) selaku pemilik usaha Tobong Gamping memilih tetap bertahan demi puluhan pegawainya. Jika ia tidak mempertahankan usahanya maka puluhan karyawannya akan kehilangan mata pencaharian mereka
"Sebab kasihan sama tenaganya, mereka tetap perlu bekerja," ujar pria yang juga memiliki usaha bahan bangunan ini.
Wardoyo mengaku tidak mengetahui sejak kapan industri Tobong Gamping rumahan berdiri di wilayah mereka. Karena ia sudah menjadi generasi kesekian di keluarganya dalam mengelola Tobong Gamping.
Wardoyo mengungkapkan jika Tobong Gamping miliknya sempat disurvei untuk dijadikan contoh rancangan monumen di Bundaran Siyono. Dijadikannya Tobong Gamping sebagai ikon Gunungkidul pun seakan jadi secercah harapan baginya.
Ia dengan tegas ingin agar usahanya itu terus berjalan. Terlepas dari ada atau tidaknya dukungan pemerintah, lesunya permintaan, hingga paceklik regenerasi pekerja.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.