Share

Kasus Minibus VS. Angkot di Sukabumi, Pengemudi Xpander Ditetapkan Tersangka

Dharmawan Hadi, iNews · Selasa 27 September 2022 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 525 2676258 kasus-minibus-vs-angkot-di-sukabumi-pengemudi-xpander-ditetapkan-tersangka-rcjmgBxTmJ.jpg Ilustrasi/Doc: Dharmawan Hadi

SUABUMI - Setelah memasuki 5 hari melakukan penyelidikan, Unit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi menaikan status kasus minibus tabrak angkot menjadi penyidikan dan menetapkan pengemudi Mitsubishi Xpander sebagai tersangka pada Selasa (27/9/2022).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengatakan bahwa, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 3 orang tersebut telah dilakukan penyelidikan dengan menggelar ramp check 2 kali bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi dan Agen Tinggal Pemegang Merek (ATPM), untuk menguji kelayakan kendaraan.

"Ya, sejak dinaikan proses penyidikan oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, saat itu juga secara otomatis yang bersangkutan atau saudari EH ini naik menjadi tersangka," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di kantornya.

Lebih lanjut Jajat mengatakan, seiring dengan kenaikan status menjadi penyidikan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Satlantas Polres Sukabumi Kota telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi di Cibadak.

"Tadi pagi saya koordinasi, namun dari pihak Kejaksaan belum menunjuk jaksa yang akan menanganinya. Hanya kewajiban kami sudah menyampaikan SPDP ke pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi," ujar Jajat.

Saat ini, lanjut Jajat, pihaknya masih melakukan koordinasi bersama ATPM Mitsubishi dari Jakarta terkait pemeriksaan fungsional mesin yang menyebut secara keseluruhan dari fisik mesin bekerja masih cukup baik.

"Namun ada yang namanya airbag ECU, ini yang memerlukan waktu kurang lebih sekitar 2 bulan dan itu harus dikirim ke produk atau produsen langsung yang membuat di Jepang. Dan hasilnya itu bisa sampai mencapai 2 bulan," ujar Jajat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(NAN)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini