Share

Duh! Beli Jimat dengan Uang Palsu, Kakek Ini Ditangkap Polisi

Angga Rosa AD, Koran Sindo · Jum'at 30 September 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 512 2678244 duh-beli-jimat-dengan-uang-palsu-kakek-ini-ditangkap-polisi-uKijdUebKx.jpg Kakek Purworejo ditangkap gegara sebarkan uang palsu (Foto: Angga Rosa)

BANJARNEGARA – Seorang pria berinisial E (60) warga Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo membeli barang berupa jimat (pusaka) dari S (53) warga Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Namun, dirinya membayar dengan uang palsu.

Kakek tersebut akhirnya dilaporkan ke Polres Banjarnegara. Polisi langsung meringkus E dan memproses perkara ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA:Polres Majalengka Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu, Modus Belanja Rokok di Warung 

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, kasus ini bermula ketika korban S dikenalkan oleh temannya dengan tersangka pada 2017 lalu. Setelah beberapa tahun tidak bertemu, kemudian pada 21 Agustus 2022 tersangka kembali berkunjung ke rumah S yang dikenal sebagai pawang kuda lumping itu, dengan maksud silaturahmi.

"Pada saat itu tersangka membawa jimat (pusaka) popok wewe dan menerangkan bahwa jimat itu belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Saat itu, S memberitahu tersangka, bahwa untuk mengaktifkan khodam dari jimat tersebut harus dibelikan minyak goib," kata Kapolres saat konferensi pers kasus tersebut, Jumat (30/9/2022).

Lantaran tersangka E tidak tahu cara dan harus membeli minyak ke mana, kemudian memberikan uang kertas senilai Rp1 juta pada S. Tak hanya itu, E juga meminta S mencarikan jimat batara karang (jenglot). Setelah uang diterima, S dan anaknya DP pergi untuk membeli minyak.

Sebelum membeli minyak, S menghitung kembali jumlah uang tersebut dan didapati pada uang pecahan seratus ribu rupiah tidak ada nomor serinya. "Karena curiga kemudian korban melapor ke Polres Banjarnegara, setelah kejadian itu. Kemudian pada 25 Agustus 2022 tersangka kembali berkunjung ke rumah S dengan membawa sebuah tas berwarna hitam dan selalu dipegang," ujarnya.

BACA JUGA:Tega! Nenek Penjual Kue Keliling Ditipu Pembeli dengan Uang Palsu Rp100 Ribu 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Korban yang merasa curiga, menghubungi anggota Polres Banjarnegara dan memberikan informasi bahwa tersangka berada di rumahnya dengan tujuan menanyakan jimat yang dipesannya berupa betara karang.

"Korban kemudian berpura-pura mengajak tersangka, untuk menemui temannya di daerah Legok Rejasa, Madukara, Banjarnegara yang memiliki pusaka BK Betara Karang. Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar tersangka bersedia untuk ikut pergi bersamanya dan hendak di serahkan kepada petugas," terang Kapolres.

Setelah tersangka bersedia, kata Kapolres, kemudian S mengajak makan E. Tidak lama kemudian anggota Polres Banjarnegra mengamankan tersangka untuk dibawa ke kantor Polres Banjarnegara untuk dimintai keterangannya terkait tindak pidana uang palsu.

"Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang dibawa oleh tersangka, di tas warna hitam terdapat banyak kertas yang menyerupai uang pecahan 100.000 sejumlah 160 kembar. Ketika bagasi motor dibuka juga ditemukan lagi kertas yang menyerupai uang pecahan 100.000,- sebanyak 110 Lembar," katanya.

Kapolres menyatakan, berdasarkan pemeriksaan Sat Reskrim Polres Banjarnegara, tersangka datang ke Banjarnegara dengan tujuan membeli jimat atau barang antik. Namun, karena tersangka tidak mempunyai uang asli yang cukup, sehingga menggunakan uang palsu.

"Tersangka mendapatkan uang palsu sebanyak 281 lembar pecahan Rp100.000 dengan cara membeli pada seseorang yang mengaku warga Kota Magelang," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan BI Purwokerto, barang bukti yang diamankan dari E ini merupakan uang palsu. Kepastian tersebut, tertuang dalam surat yang dikeluarkan BI tertanggal 1 September 2022.

"Akibat perbuatannya, tersangka diancam pidana penjara paling lama 10 tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 Ayat (2) Jo Pasal 26 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini