Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Fakta Supersemar untuk Berikan Wewenang Soeharto Pulihkan Keamanan Usai G30S PKI

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 04 Oktober 2022 |07:00 WIB
4 Fakta Supersemar untuk Berikan Wewenang Soeharto Pulihkan Keamanan Usai G30S PKI
Soeharto (Foto: AFP)
A
A
A

JAKARTA - Fakta Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) menarik untuk diulas. Pada 11 Maret 1966, Surat Perintah Sebelas Maret dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Presiden Soekarno memberi wewenang kepada Soeharto guna memulihkan keamanan usai peristiwa G30S PKI.

Berikut sejumlah fakta tentanf Supersemar: 

1. Surat Perintah Presiden Soekarno

Supersemar adalah surat perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Supersemar dikeluarkan dengan tujuan mengatasi konflik dalam negeri yang dipicu peristiwa G30S PKI. Surat tersebut berisi perintah presiden Soekarno pada Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Perintah Soekarno kepada Soeharto adalah untuk mengambil tindakan guna menjamin keamanan serta stabilitas negara.

Baca juga: Melihat Koleksi Museum Pengkhianatan PKI di Lubang Buaya

2. Peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru

Melalui Supersemar terjadi penyerahan mandat kekuasan dari Presiden Soekarno ke Soeharto. Supersemar digunakan oleh Soeharto sebagai legitimasi guna mengambil alih kepemimpinan Soekarno. Hal ini menjadi tonggak awal lahirnya Orde Baru. Setelah menerima wewenang dari Soekarno, Soeharto pun memerintahkan Brigjen Sutjipto serta beberapa perwira ahli hukum untuk menyusun konsep surat keputusan pembubaran PKI. Surat tersebut ditandatangani oleh Soeharto atas nama Soekarno.

Baca juga: 3 Tokoh yang Hentikan Film G30S PKI, Juwono Sudarsono Salah Satunya

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement