Share

Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Selidiki Dugaan Pelanggaran SOP Pengamanan Aparat

Avirista Midaada, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 519 2679929 tragedi-kanjuruhan-komnas-ham-selidiki-dugaan-pelanggaran-sop-pengamanan-aparat-LuNvI7BPjm.jpg Komnas HAM saat jumpa pers terkait Tragedi Kanjuruhan (foto: MPI/Avirista)

MALANG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah mendalami adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pengamanan di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Pasalnya ada beberapa fakta ditemukan yang mengarah ke unsur kekerasan oleh aparat keamanan.

"Beberapa info yang memiliki kedekatan pada fakta. Yang pertama, kekerasan terjadi, ditendang, terus kena kungfu di lapangan," Komisioner Komnas HAM Bidang Penyelidikan dan Pemantauan, Choirul Anam di kantor Arema FC, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:Breaking News : Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot

Komnas HAM juga tengah mengumpulkan bukti - bukti mayoritas penyebab kematian 125 orang itu karena apa. Nanti hal itu akan ditanyakan kepada ahlinya dalam hal ini unsur medis.

"Sedang telusuri karakter dari luka yang terjadi pada suporter. Karakter lukanya, penyebab kematiannya, sedang kami dalami. Karena itu akan bisa melihat sebenarnya karakteristik kejadian kayak apa. Apakah ada masalah kemanusiaan, pasti ada," paparnya.

 BACA JUGA:Kesaksian Mengerikan Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Seperti Pembunuhan Massal

Termasuk di antaranya dugaan pengambilan keputusan yang berlebihan, serta bagaimana sistem manajemen, penggunaan pasukan hingga pengoperasian gas air mata.

"Kami akan cek manajemen kekuatan sampai level mana. Masa orang berjalan di pinggir lapangan, ditendang itu misalnya gitu atau penggunaan pasukannya seperti apa, penggunaan gas airnya seberapa dan sebagainya. Sampai misalnya diskusi kemarin kalau ini diselenggarakan sore hari, malam hari dan sebagainya, Itu juga kami sedang telusuri," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Tak hanya para pemain Persebaya saja, pemain Arema FC juga diserang oleh sekitar tiga ribuan Aremania sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Akibat kejadian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 jiwa meninggal dunia. Tak hanya itu ada 323 korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini