Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tokoh Adat dan Gereja Diimbau Mediasi ke Lukas Enembe agar Massa yang Bertahan Bubarkan Diri

Edy Siswanto , Jurnalis-Rabu, 05 Oktober 2022 |23:00 WIB
Tokoh Adat dan Gereja Diimbau Mediasi ke Lukas Enembe agar Massa yang Bertahan Bubarkan Diri
Massa pendukung Lukas Enembe (Foto: MPI)
A
A
A

Mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) itu menilai bahwa kelompok yang membentengi Lukas Enembe dilatari faktor emosional, seperti ketokohan Lukas Enembe yang membuat mereka melakukan proteksi. Proteksi dilakukan karena mereka merasa kasus Lukas Enembe dipolitisir. Sementara di pihak lain, ada prosedur hukum yang harus ditegakkan.

“Pemanggilan ketiga pasti akan dilakukan, dan mungkin ada penjemputan paksa. Masyarakat akan merespons, para pendukung pak Lukas pasti tidak diam, dan aparat penegak hukum juga akan merespons. Aparatur datang dengan alat kelengkapan negara, masyarakat hadapi dengan tangan kosong. Di sinilah bahayanya, masyarakat bisa jadi korban,”’ tegas Ferdinand.

Ia menegaskan bahwa siapapun penyelenggara Pemerintah, Gubernur, Bupati, kepala distrik sampai kepala kampung, bahkan Presiden sekalipun kalau melakukan pelanggaran hukum, wajib ditindak. “Tetapi jika ada kelompok masyarakat yang merasa ini dipolitisir, (akan mempertanyakan kenapa ini dipolitisir?),” tutur Ferdinand. (Fkh)

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement