Share

Meresahkan Pedagang, Polisi Gadungan Berpangkat Kombes Diringkus

Nanda Aria, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 610 2681399 meresahkan-pedagang-polisi-gadungan-berpangkat-kombes-diringkus-7jCfiUumCG.jpeg Ilustrasi/ Foto: Antara

PALEMBANG - Seorang anggota polisi gadungan berpangkat Komisaris Besar (Kombes) di Kota Palembang, Sumatera Selatan ditangkap karena meresahkan kalangan pedagang makanan kota setempat.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang Kompol Irene di Palembang, Rabu, mengatakan polisi gadungan tersebut adalah seorang pria berinisial BS, warga Jalan Ogan, Kota Palembang.

ย BACA JUGA:PN Jaksel Siap Terima Berkas Perkara Ferdy Sambo CS dari Kejagung

โ€œDia dipastikan bukan anggota polisi atau gadungan, dan sudah diringkus untuk dimintai keterangan lebih lanjut,โ€ kata Irene dikutip dari Antara, Rabu (5/10/2022).

Menurut dia, pelaku BS ditangkap oleh anggota Opsnal Reskrim Polsek Ilir Barat II di Jalan Jaksa Agung R Suprapto dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek, Rabu siang.

ย BACA JUGA:Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Dalami Perencanaan Pengamanan Stadion

Penangkapan pelaku polisi gadungan itu dilakukan setelah beberapa saat video amatir yang bersangkutan mengganggu penjual makanan pisang goreng di Jalan Jaksa Agung R Suprapto beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik itu tampak pelaku memakai seragam polisi lengkap dengan emblem atau lencana polisi berpangkat Kombes.

Kemudian, lanjutnya, saat dilakukan pemeriksaan, penyidik mendapati dua jenis seragam polisi yang dimiliki pelaku, satu yang lainnya yakni seragam Brimob berpangkat Bripka.

Kepada penyidik, pelaku mengaku hanya iseng ingin memakai seragam polisi yang dibelinya senilai Rp15 ribu dari penjual pakaian bekas di Pasar 16 Ilir.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Namun, Irene menyebutkan, penyidik cukup mengalami kesulitan untuk memintai keterangan terhadap pelaku karena terus berbicara tidak jelas dan berbelit.

Sehingga saat ini pihaknya turut melibatkan psikiater dari RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku dan memintai keterangan dari pihak keluarga.

"Meski demikian penyelidikan ini masih berlangsung," kata dia. Atas perbuatannya, pelaku dapat disangkakan melanggar Pasal 378 KHUP tentang penipuan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini