Share

Disebut Negara dengan Seribu Pagoda, Ini Sejarah Berdirinya Myanmar

Nadilla Syabriya, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682786 disebut-negara-dengan-seribu-pagoda-ini-sejarah-berdirinya-myanmar-vdNgWjYsNT.jpg Myanmar disebut sebagai negara seribu Pagoda (Foto: NASA Earth Observatory)

JAKARTA - Myanmar merupakan negara yang masih kental dengan nuansa sejarahnya dan sangat otentik. Negara ini menawarkan sejumlah besar kuil-kuil misterius, pemandangan alam yang indah dan atraksi.

Daya tarik terbesar negara ini terdapat di wilayah utara, yaitu kompleks candi Bagan. Kompleks ini merupakan sebuah situs arkeologi dengan lebih dari 2.200 candi dan pagoda Buddha kuno. Tak heran jika Myanmar dijuluki sebagai negara dengan seribu pagoda.

Melansir situs NASA Earth Observatory, julukan tersebut berawal ketika penjelajah Marco Polo melewati Burma, Myanmar sekitar 700 tahun yang lalu dan satu kota menarik perhatiannya, yaitu Bagan atau pada saat itu dikenal sebagai Pagan.

Baca juga: Myanmar Penjarakan Model OnlyFans karena 'Merusak Budaya dan Martabat'

Kekaisaran Burma pertama ini berlangsung dari abad ke-9 hingga ke-13 dan memiliki pengaruh Buddhis yang kuat. Sekitar 10.000 kuil dan bangunan keagamaan dibangun di ibu kota pada era itu, dan Polo terpikat oleh banyak menara yang menghiasi lanskap. Dia mengatakan bahwa menara itu membuat kota Bagan memiliki salah satu pemandangan terbaik di dunia.

Baca juga: 10 Negara yang Ternyata Membenci Indonesia, Myanmar hingga Israel

Pada pertengahan abad ke-13, Kerajaan Pagan runtuh karena invasi oleh bangsa Mongol. Banyak kuil dan pagoda kota runtuh karena serangan berulang kali serta bencana alam seperti gempa bumi. Namun lebih dari 3.000 bangunan dan reruntuhan bersejarah masih berdiri sampai sekarang, menjadikan Bagan salah satu situs arkeologi paling mengesankan di Asia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Salah satu struktur yang paling terkenal dan indah adalah Pagoda Ananda, kadang-kadang disebut sebagai "Biara Westminster Burma." Dibangun sekitar tahun 1105 dan menjadi salah satu candi Bagan yang terbesar dan terpelihara dengan baik. Pagoda Ananda adalah pusat dari salah satu festival terbesar di kota, yang merayakan kehidupan tradisional petani dengan gerobak sapi yang dihias.

Zona Arkeologi Bagan terletak di sebelah Sungai Irrawaddy atau juga dikenal sebagai Ayeyarwady, jalur air utama yang mengalir melalui Burma. Pada abad ke-13, Kerajaan Pagan menguasai sungai dan transportasi di atasnya, yang membantu mereka menguasai wilayah yang lebih jauh. Saat ini, sungai merupakan jalan penting untuk transportasi komersial dan membantu menyediakan daerah yang subur untuk pertanian. Sungai ini juga merupakan rumah bagi lumba-lumba Irrawaddy yang terancam punah.

Saat ini lebih dari 500.000 orang mengunjungi Bagan setiap tahun. Pada 2019, wilayah tersebut dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO untuk mempromosikan pelestarian kuil dan reruntuhan Buddha yang bersejarah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini