Angka itu memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh perusahaan pada Juni lalu dan menandai tonggak sejarah bagi pabrik Tesla di Shanghai yang telah berusaha untuk meningkatkan produksi.
Pekan lalu, Musk juga mendapat kritik karena memposting jajak pendapat Twitter dengan sarannya untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina, termasuk Kyiv menyerahkan wilayah ke Moskow.
Merespons hal ini, Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS) Qin Gang memuji Musk tetapi rekannya dari Taiwan mengatakan kebebasan "tidak untuk dijual".
Diketahui, Taiwan memerintah sendiri tetapi Beijing mengklaimnya sebagai bagian dari wilayahnya.
Pada Sabtu (8/10/2022), Gang menyambut saran Musk untuk menetapkan Taiwan sebagai zona administrasi khusus.
Dia mengatakan di Twitter bahwa "penyatuan kembali secara damai" dan model "satu negara dua sistem" yang digunakan dalam pemerintahan Hong Kong adalah "prinsip dasar China untuk menyelesaikan pertanyaan Taiwan".
“Dengan syarat kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China dijamin, setelah reunifikasi Taiwan akan menikmati otonomi tingkat tinggi sebagai wilayah administrasi khusus, dan ruang yang luas untuk pembangunan,” ujarnya.