Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Tragis Tewasnya Anak Raja Majapahit Akibat Perang Saudara

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |05:40 WIB
Kisah Tragis Tewasnya Anak Raja Majapahit Akibat Perang Saudara
Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Kondisi Kerajaan Majapahit mulai tak harmonis setelah tidak lagi dipimpin Hayam Wuruk. Beberapa bara konflik terjadi di internal kerajaan yang melibatkan antar keluarga keturunan pewaris tahta. Salah satu yang paling besar adalah pembagian daerah Majapahit barat dan timur. 

Kitab Pararaton mengisahkan pangkal persoalan perebutan tahta yang berawal dari anak laki-laki Hayam Wuruk yang lahir dari selir. Anak itu bernama Bhre Wirabumi, namun karena lahir dari selir bukan istri resmi, ia tidak berhak atas tahta kerajaan. Sebab yang menjadi ahli waris atau putra mahkota haruslah berasal dari istri resmi raja. 

Buku "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu mengisahkan bagaimana akhirnya Kusumawardhani-lah yang mewarisi tahta dan mahkota kerajaan. Namun pergolakan internal keluarga kerajaan memaksa Majapahit dipecah dua, Kusumawardhani memerintah di Majapahit dan bhre Wirabumi yang notabene anak Hayam Wuruk dari selir memerintah di Majapahit Timur. 

Baca juga: Mengenal Siapa Sebenarnya Pangeran Samudra di Gunung Kemukus, Pernah Berguru pada Sunan Kalijaga

Perang akhirnya pecah setelah pembagian kekuasaan tersebut. Perang yang disebut Perang Paregreg merupakan perang terbesar yang membuat kedigdayaan Majapahit tercerai berai. Perang ini konon bahkan sampai berlangsung selama dua tahun lamanya antara 1404 sampai 1406.

Hal ini juga yang membuat putra Wikramawardhana, Bhre Tumapel dan Hyang Parameswara kebingungan membela siapa antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabumi. Mengingat keduanya masih memiliki trah keturunan bangsawan yang sama-sama berasal dari keluarga raja. 

Peperangan yang terjadi membuat anak Hayam Wuruk Bhre Wirabumi tewas. Ia sebenarnya berhasil melarikan diri dari peperangan yang sudah menyudutkan kekuatannya. Bhre Wirabumi melarikan diri menaiki perahu pada malam hari menghindari kejaran Ratu Angabaya Bhre Narapati. 

Nahas saat melarikan diri itulah bhre Wirabumi justru tertangkap oleh pasukan Wikramawardhana. Sang anak raja termahsyur Majapahit itu harus tewas dipenggal kepalanya. Kepalanya kemudian dibawa ke Majapahit untuk dicandikan di Lung. Candi makamnya disebut Grisapura. 

Setelah raja Suhita bertahta di Majapahit, bhre Daha naik tahta, ia adalah keturunan bhre Wirabumi. Alhasil ketika menjadi raja Bhre Narapati yang menangkap dan membunuh bhre Wirabumi langsung dihukum oleh bhre Daha, karena ia dinyatakan bersalah. 

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement