Pekan lalu, Gubernur Anies berkunjung ke Jakarta Recycling Center (JRC), yang merupakan Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10). JRC telah direncanakan sejak 2018 untuk menjalankan pola pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal.
Kehadiran JRC di tengah warga Jakarta diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan sampah, perubahan mekanisme, pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, pemrosesan sampah mudah terurai serta bahan daur ulang. Gubernur Anies mengatakan, JRC yang telah direncanakan sejak 2018, dapat melahirkan sebuah paradigma baru, yakni sisa sampah bisa digunakan menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Anies menjelaskan, pada 2018 jumlah tonase sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 7.700 ton per hari, atau sepanjang 405 bus gandeng Transjakarta. Namun, lambat laun jumlah sampah tersebut kian berkurang akibat ada reduksi.
“Ketika mendengar kata sampah, maka asosiasinya adalah tanpa guna. Sekarang kita mengedepankan sebuah model pengolahan sampah terpadu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Model ini memang paradigma baru, karena ada peran masyarakat dalam memilah sampah. Kemudian, ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah,” ujar Anies.

Proyek percontohan JRC dibangun secara bertahap, bermula di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Foto Pemprov DKI Jakarta
Partisipasi Masyarakat dalam Mendaur Ulang Sampah