Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral! Mata Aremania Cantik Merah Darah karena Gas Air Mata, Pindad: Semakin Lama Akan Parah

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |16:10 WIB
Viral! Mata Aremania Cantik Merah Darah karena Gas Air Mata, Pindad: Semakin Lama Akan Parah
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

BANDUNG - Viral di media sosial kondisi mata suporter Arema FC (Aremania) Cahayu Nur Dewata dan Kevia Nazwa Ainur Rohma yang masih memerah akibat tembakan gas air mata polisi saat Tragedi Kanjuruhan.

(Baca juga: Ini Hasil Lengkap dan Rekomendasi TGIPF ke Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan)

Meski sudah lebih dari 10 hari sejak tragedi terjadi, kondisi mata keduanya hingga Rabu (12/10/2022) masih memerah, bahkan tampak berwarna merah darah.

Keduanya menjadi korban luka dari 737 korban luka saat terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Saat tragedi terjadi, mereka berada di tribun 12 dan terkena gas air mata yang ditembakkan polisi serta terinjak-injak penonton lain.

Menanggapi kabar viral tersebut, PT Pindad (Persero) sebagai produsen gas air mata yang selama ini digunakan Polri tak bisa memberikan penjelasan terkait kondisi mata yang merah akibat tembakan gas air mata tersebut.

"Kalau untuk itu akan lebih bijak dari tim medis yang mungkin lebih paham gejalanya terhadap manusia seperti apa karena bisa berbeda-beda," ujar VP Penjaminan Mutu K3LH PT Pindad, Prima Kharisma dalam konferensi pers di kantor PT Pindad, Kota Bandung, Jumat (14/10/2022).

Menurutnya, gas air mata buatan Pindad bersifat iritan. Artinya, gas air mata tersebut berupa senyawa yang menyebabkan iritasi. Dalam uji coba di ruang terbuka, kata Prima, efek yang dapat dirasakan, yakni kulit memerah, gatal, dan mata berair dan akan berangsur hilang setelah 20-30 menit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement