Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penemu Listrik Thales, Ditemukan Secara Tidak Sengaja dari Gesekan Batu Ambar

Nadilla Syabriya , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |15:01 WIB
Penemu Listrik Thales, Ditemukan Secara Tidak Sengaja dari Gesekan Batu Ambar
Ilustrasi listrik (Foto: Okzone)
A
A
A

Fisikawan Italia Alessandro Volta menemukan bahwa reaksi kimia tertentu dapat menghasilkan listrik, dan pada tahun 1800 ia membangun tumpukan volta (baterai listrik awal) yang menghasilkan arus listrik yang stabil, dan karena itu ia adalah orang pertama yang menciptakan aliran muatan listrik yang stabil. Volta juga menciptakan transmisi listrik pertama dengan menghubungkan konektor bermuatan positif dan negatif dan menggerakkan muatan listrik atau tegangan.

Pada tahun 1831 listrik menjadi layak untuk digunakan dalam teknologi ketika Michael Faraday menciptakan dinamo listrik (pembangkit tenaga kasar), yang memecahkan masalah pembangkitan arus listrik secara berkelanjutan dan praktis. Penemuan Faraday yang agak kasar menggunakan magnet yang digerakkan di dalam gulungan kawat tembaga, menciptakan arus listrik kecil yang mengalir melalui kawat.

Ini membuka pintu bagi Thomas Edison dari Amerika dan ilmuwan Inggris Joseph Swan yang masing-masing menemukan bola lampu pijar di negara masing-masing sekitar tahun 1878. Sebelumnya, bola lampu telah ditemukan oleh orang lain, tetapi bola lampu pijar adalah bola lampu praktis pertama yang akan ringan selama berjam-jam.

Swan dan Edison kemudian mendirikan perusahaan bersama untuk memproduksi lampu filamen praktis pertama, dan Edison menggunakan sistem arus searah (DC) untuk menyediakan daya guna menerangi lampu jalan listrik New York pertama pada September 1882.

Kemudian pada 1800-an dan awal 1900-an, insinyur, penemu, dan ahli listrik Serbia Amerika, Nikola Tesla, menjadi kontributor penting bagi kelahiran listrik komersial. Dia bekerja dengan Edison dan kemudian memiliki banyak perkembangan revolusioner dalam elektromagnetisme, dan memiliki paten yang bersaing dengan Marconi untuk penemuan radio. Dia terkenal karena karyanya dengan arus bolak-balik (AC), motor AC, dan sistem distribusi polifase.

Lalu penemu dan industrialis Amerika, George Westinghouse membeli dan mengembangkan motor yang dipatenkan Tesla untuk menghasilkan arus bolak-balik. Karya Westinghouse, Tesla, dan lainnya secara bertahap meyakinkan masyarakat Amerika bahwa masa depan listrik terletak pada AC daripada DC.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement