Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dara Petak, Istri Kelima Pendiri Majapahit yang Pintar Mengambil Hati Raden Wijaya

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |05:37 WIB
Dara Petak, Istri Kelima Pendiri Majapahit yang Pintar Mengambil Hati Raden Wijaya
Raden Wijaya. (Foto: Wikimedia Commons/Wikipedia)
A
A
A

RADEN Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit memiliki lima istri yang konon cantik jelita. Empat istri merupakan dari penguasa Singasari, sedangkan satu istri berasal dari putri raja Melayu yang diberikan sebagai hadiah ke Kerajaan Singasari sebenarnya. Sosok Dara Petak atau Indreswari menjadi pelengkap istri-istri sang penguasa Majapahit pertama ini. 

Perihal istri terakhir Raden Wijaya ini didapati bahwa Indreswari berasal dari Kerajaan Dharmasraya. Kitab Pararaton mengisahkan sepuluh hari setelah pengusiran pasukan Mongol oleh pihak Majapahit, datang pasukan Kebo Anabrang. 

Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, pada tahun 1275, pasukan Kebo Anabrang dikirim Kertanegara menaklukkan Pulau Sumatera. Pasukannya membawa dua orang putri Mauliwarmadewa dari Kerajaan Dharmasraya bernama Dara Jingga dan Dara Petak, sebagai persembahan untuk Kertanegara. 

 Baca juga: Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Istri yang Cantik Rupawan, Masih Keturunan Kertanegara dan Singasari

Nama Dara Petak berarti merpati putih. Menurut kronik Cina, pasukan Mongol yang dipimpin oleh Ike Mese meninggalkan Jawa tanggal 24 April 1293, sehingga dapat diperkirakan pertemuan antara Raden Wijaya dengan Dara Petak terjadi pada 4 Mei 1293. Karena Kertanegara sudah meninggal, maka ahli warisnya, yaitu Raden Wijaya mengambil Dara Petak sebagai istri, sedangkan Dara Jingga diserahkan kepada Adwayabrahma, seorang pejabat Singasari yang dulu dikirim ke Sumatera.  

Konon Dara Petak sangat pandai mengambil hati Raden Wijaya. Alhasil kendati istri kelima tapi ia dijadikan sebagai istri tinuheng pura atau istri yang dituakan di istana. Padahal menurut Negarakertagama, Raden Wijaya sudah memiliki empat istri dan semuanya adalah putri Kertanegara. 

Pengangkatan Dara Petak sebagai istri tertua mungkin karena hanya dirinya saja yang melahirkan anak laki-laki, yaitu Jayanagara. Sedangkan menurut Negarakertagama, ibu Jayanagara bernama Indreswari. Nama ini dianggap sebagai gelar resmi Dara Petak. Bahkan suatu ketika Dyah Dara Petak bercumbu dengan sang raja Raden Wijaya dalam pura. 

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement