Kelompok militan itu mengobrak-abrik dan menghancurkan beberapa situs kuno yang sudah ada sebelum Islam di Irak,. Mereka mencela simbol itu sebagai "penyembahan berhala".
Khodr mengatakan bahwa ketika lempengan marmer diposisikan di pintu gerbang, mereka sebagian terkubur. Bagian bawah tanah dilestarikan dan memiliki ukiran yang terlihat hari ini, yakni apa pun yang ada di atas tanah tersapu halus selama berabad-abad.
Tim penggalian, yang terdiri dari para ahli dari Universitas Mosul Irak dan Universitas Pennsylvania, AS, bekerja untuk memulihkan situs Gerbang Mashki seperti sebelum ISIS membuldosernya.
Irak adalah rumah bagi beberapa kota paling kuno di dunia, termasuk Babilonia.
Tapi bertahun-tahun kekacauan telah menyebabkan banyak situs arkeologi dijarah dan dirusak oleh militan dan aksi militer.
Lebih dari 10.000 situs arkeologi telah ditemukan di Irak. Tetangga Suriah juga merupakan rumah bagi reruntuhan yang berharga, termasuk situs kota kuno Palmyra, di mana Kuil Bel yang megah dihancurkan oleh ISIS pada 2015.