Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

700 Tahun Berlalu, 'Black Death' Ternyata Masih Mempengaruhi Kesehatan Manusia hingga Saat Ini

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |12:25 WIB
700 Tahun Berlalu, 'Black Death' Ternyata Masih Mempengaruhi Kesehatan Manusia hingga Saat Ini
Sisa-sisa jenazah manusia dalam lubang wabah digunakan dalam analisisi genetik (Foto: Museum London)
A
A
A

Temuan menonjol terlihat mengelilingi mutasi pada gen yang disebut ERAP2. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Nature.

Jika Anda memiliki mutasi yang tepat, Anda 40% lebih mungkin untuk selamat dari wabah.

"Itu sangat besar, ini adalah efek yang sangat besar, sungguh mengejutkan menemukan sesuatu seperti itu dalam genom manusia," terang Profesor Luis Barreiro, dari Universitas Chicago, dikutip BBC.

"Jadi bekas luka dari masa lalu itu masih mempengaruhi kerentanan kita terhadap penyakit hari ini, dengan cara yang sangat luar biasa," ujarnya.

Prof Barreiro mengatakan keuntungan kelangsungan hidup 40% adalah "efek kebugaran selektif terkuat yang pernah diperkirakan pada manusia". Ini tampaknya mengerdilkan manfaat mutasi resistansi HIV atau mutasi yang membantu mencerna susu - meskipun ia memperingatkan perbandingan langsung itu rumit.

Tugas gen adalah membuat protein yang memotong mikroba yang menyerang dan menunjukkan fragmennya ke sistem kekebalan, membuatnya lebih efektif untuk mengenali dan menetralisir musuh.

Gen datang dalam versi yang berbeda, yakni yang bekerja dengan baik dan yang tidak melakukan apa-apa. Gen ini diturunkan dari setiap orang tua masing-masing.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement