Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Pelaku Begal Menyesal Bunuh Sopir Taksi Online : Setiap Hari Dihantui

Martin Ronaldo , Jurnalis-Sabtu, 22 Oktober 2022 |10:11 WIB
 Ketika Pelaku Begal Menyesal Bunuh Sopir Taksi Online : Setiap Hari Dihantui
Illustrasi (foto: Freepick)
A
A
A

JAKARTA - Seorang sopir taksi online berinisial ADR (26) tewas ditusuk oleh komplotan begal di daerah Cilincing, Jakarta Utara.

Salah seorang pelaku berinisial AW mengaku menyesal melakukan perbuatan tersebut dan sering dihantui rasa bersalah setelah membunuh korban.

Dalam aksinya tersebut, para pelaku begal tersebut mengatakan, meminjam handphone orang lain untuk memesan taksi online.

"Kita minjem HP seseorang buat nutupin identitas kita," ujar AW kepada wartawan, Sabtu (22/10/2022).

 BACA JUGA:Sopir Taksi Online Dibunuh dan Dibuang ke Sungai BKT, Pelaku Pura-Pura Jadi Penumpang

Setelah mendapatkan pesanan taksi, para pelaku langsung mengalungkan pisau disekitar area leher dengan msnggunakan pisau. Panik lantaran korban tak kunjung keluar dari mobil, pelaku pun langsung menusuk korban dan membuangnya.

"Saya ancam pakai pisau di area lehernya, korban saya kira langsung bakal keluar, kita bingung ini korbannya mau diapain kita putusin buat dibuang aja," jelasnya.

"Waktu saat itu saya panik, saya nyesel. Janganlah ngelakuin kaya gini bener-bener nggak enak. Setiap hari dihantui rasa bersalah, rasanya kaya hidup di badan yang kosong," pungkasnya.

 BACA JUGA:Polisi Bongkar Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Terlilit Lakban di Indramayu

Sebelumnya, tiga pelaku begal sopir taksi online di kawasan Pergudangan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, nekat beraksi karena terlilit utang. Para pelaku melakukan pembegalan untuk bisa mendapatkan mobil milik korban.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Panjiyoga mengatakan, kendaraan roda empat hasil pencurian dengan kekerasan tersebut tersebut selanjutnya hendak dijual agar bisa mendapatkan uang untuk membayar utang.

"Motifnya karena tersangka AW ada beban utang. Lalu dia melihat salah satu aplikasi online yang bisa menjual kendaraan yang hanya ada STNK-nya saja," ujar Panjiyoga.

Kepada penyidik, tersangka AW mengaku mengiming-imingi pelaku ME da MF sejumlah uang sisa pembayaran utang, jika membantunya melakukan pembegalan.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement