Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mendesak pemerintah segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit ginjal akut misterius ini. Alasannya kata dia, kondisi saat ini sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan KLB, jika melihat dari sejumlah indikator.
"Adanya peningkatan kasus kesakitan, kematian dalam tiga periode waktu berturut-turut secara signifikan itu terpenuhi. Apa itu dalam bentuk hari, jam, minggu atau bulan. Selain itu pemahaman mendasar dari KLB adalah adanya suatu kejadian yang tidak lazim ya. Jadi ini kan enggak lazim ada kematian dalam waktu yang relatif periodenya sama dan tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Dicky.
Komunikasi Publik
Pemerintah dalam hal ini Kemenkes dan BPOM harus bisa menjelaskan secara gamblang ke publik terkait kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA).
Informasi yang simpang siur terkait penyebab penyakit, obat sirup yang diduga tercemar, hingga belum jelasnya status KLB menjadi tanda tanya besar di publik.
Saran epidemiolog Dicky Budiman tidak tanpa alasan. Justru dengan penetapan KLB, maka sumberdaya manusia dan juga sumberdaya dana dapat dioptimalkan. Masyarakat juga dapat dikerahkan sebagai bagian dari penerapan Permenkes RI Nomor 82 tahun 2014 untuk membantu dan bekerja sama dengan petugas kesehatan secara aktif melakukan pengendalian penyakit ini. Walaupun konteks Permenkes tersebut adalah untuk wabah penyakit menular.
Komunikasi publik pemerintah harus dibangun. Jika berkaca pada penanganan pandemi Covid-19, maka bisa saja pemerintah membentuk Satgas GgGAPA. Satgas inilah yang akan melakukan sejumlah langkah baik investigasi, pencegahan, hingga mengkomunikasikan ke publik. Ujung dari penilaian keberhasilan program pengendalian penyakit ini ada pada komunikasi publik.
Informasi yang akurat, jelas, dan cepat, akan sangat membantu masyarakat memahami dan bersikap benar atas penyakit ini. Jika komunikasi publik lambat dan cenderung tidak jelas, maka disitulah ruang informasi hoax berkembang.
Jika hoax, atau setidaknya informasi sumir, terus berkembang dan direproduksi, maka akan menimbulkan situasi uncontrol di masyarakat. Sikap pesimistis atas kinerja pemerintah, sikap mencari jalan selamat sendiri, hingga langkah-langkah tidak rasional pun bisa ditunjukkan masyarakat.
Melihat fakta-fakta tersebut, maka sudah sepantasnya, pemerintah bisa membangun komunikasi publik yang efektif dan efisien. Pembentukan Satgas GgGAPA bisa jadi alternatif memecahkan kebuntuhan komunikasi end to end kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat tenang meski tetap waspada. Bahkan masyarakat pun dapat dikerahkan untuk berkolaborasi memerangi penyakit gagal ginjal misterius ini. Semoga.
Oleh: M Budi Santosa
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.