JAKARTA- Mengenal sejarah baret ungu Marinir Korps Marinir TNI AL yang tak banyak orang tahu. Korps Marinir yang saat ini kita kenal, berada di bawah matra Angkatan Laut (AL) sebagai salah satu komando utama.
Dalam dunia militer, khususnya Angkatan Laut, warna ungu menjadi warna yang memiliki makna khusus. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan agar para prajurit muda Korps Marinir menyadari bahwa warna baret ungu diilhami dari warna bunga Bougenville yang selalu gugur sebelum layu. Menurut dia, hal itu melambangkan pengabdian prajurit Korps Marinir sebagai ksatria samudera yang selalu siap berkorban jiwa dan raga demi keutuhan dan kejayaan NKRI.
"Kesadaran inilah yang akan menuntun setiap langkah pengabdian dimanapun kalian berada sebagai petarung samudera Korps Marinir yang siap memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap palagan penugasan, loyalitas tanpa batas kepada TNI AL, TNI maupun bangsa dan negara," ujarnya.
Sebagai informasi, warna ungu dalam militer Indonesia digunakan pada Korps Marinir. Korps Marinir sendiri adalah satu kesatuan elite TNI AL yang lahir dari revolusi Indonesia di tanggal 15 November 1945. Satuan ini kerap terlibat dalam operasi tempur dan kemanusiaan yang diadakan oleh TNI AL.
Lantas, bagaimana sejarah baret ungu Marinir Korps Marinir TNI AL? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.
Dalam sejarahnya, baret ungu pertama kali digunakan oleh Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh pada 1961. Baret tersebut dilengkapi emblem Korps Marinir yang mulanya berbentuk segi lima warna merah dengan lambang topi Baja Romawi dan dua pedang bersilang di tengahnya.
Namun, pada 1962, tepat di HUT yang ke-17 KKO-AL, terdapat perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan “Jalesu Bhumyamca jayamahe” dan tulisan “Korps Komando” di bawahnya.
Perubahan pada baret terus dilakukan hingga tahun 1968, diadakan sedikit perubahan lagi dengan memberi garis pinggir warna kuning dari segi lima merahnya.
Lalu, pada 1975, Berdasarkan Skep Kasal No. Skep/1831/X1/1975 tanggal 14 November 1975 nama Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) kembali diubah menjadi Korps Marinir sesuai dengan nama lahirnya Korps Marinir sejak 1945.
Tak sampai situ, perubahan kembali terjadi saat Kepala Staf TNI AL mengeluarkan Surat Keputusan No. Skep/2084/X/1976 tanggal 20 Oktober 1976, tentang Perubahan Emblem Korps Marinir. Perubahan itu pada penambahan Jangkar sebagai latar belakangnya, pita bertuliskan “Korps Komando” berubah menjadi “Korps Marinir” sementara angka “1945” tetap digunakan sebagai tanda lahirnya.
Emblem pasukan elite tersebut yang mulanya ada di samping kiri bagian depan baret kini dipasang pada baret dengan ketentuan bahwa tengah-tengah dasar emblem terletak tepat di atas ujung luar kening mata kiri. Dari perubahan yang ada emblem tersebut secara resmi mulai dipakai tepat pada peringatan HUT ke-31 Korps Marinir tanggal 15 November 1975.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.