Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahapatih Kerajaan Majapahit Tewas Gara-Gara Difitnah Siapkan Pemberontakan

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |07:49 WIB
Mahapatih Kerajaan Majapahit Tewas Gara-Gara Difitnah Siapkan Pemberontakan
Kerajaan Majapahit. (Ilustrasi/Ist)
A
A
A

SOSOK Nambi menjadi orang di balik layar berdirinya Kerajaan Majapahit. Dialah yang dikirimkan Arya Wiraraja, Bupati Madura yang dulunya menjadi salah satu pejabat istana di Singasari. Kedekatannya dengan Raden Wijaya membuat Arya Wiraraja turut membantu perjuangan Raden Wijaya, salah satunya dengan membuka Hutan Tarik, di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Mojokerto saat ini, yang konon menjadi cikal bakal permukiman bernama Majapahit.

Saat Raden Wijaya menyerang Kadiri pada 1293, Nambi ikut berjasa membunuh salah seorang pengikut Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh. Sebagaimana dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, ada dua versi mengenai asal usul Nambi.

Nambi ada yang menceritakan adalah putra Arya Wiraraja, bupati di Madura. Namun, pada Kidung Harsa Wijaya dan Kidung Sorandaka mengisahkan Nambi adalah putra Pranaraja. Sejarawan pun masih terjadi perbedaan apakah Nambi anak dari Arya Wiraraja atau justru putra Pranaraja.

Namun, terlepas dari perdebatan asal usul Nambi, dia memiliki kedekatan dengan Arya Wiraraja dan Raden Wijaya. Pada berbagai medan peperangan, Nambi diceritakan memiliki kecerdikan administrasi dan kecerdasan intelektual, sehingga pada Majapahit berdiri ia dipercaya menjadi seorang Mahapatih pertama kerajaan ini.

Konon pengangkatan sebagai Mahapatih Majapahit inilah membuat saudaranya Ranggalawe tak setuju. Ranggalawe menginginkan agar Lembu Sora, yang merupakan paman dari pihak ibu menjadi patih, karena dinilai punya keberanian.

Akibat kebijakan ini, Majapahit mengalami perang saudara pertamanya. Ranggalawe gugur dalam pertempuran yang terjadi di Sungai Tambak Beras Jombang.

Di pemerintahan Majapahit sendiri, Nambi adalah seorang pendukung setia Wangsa Rajasa, sehingga ketika Prabu Jayanagara naik tahta dan menyingkirkan Tribhuwana Tunggadewi, Nambi-lah yang berada di garda terdepan untuk menentangnya. Hal inilah yang membuat hubungan kedua petinggi Majapahit menjadi renggang dan kemudian dimanfaatkan oleh seseorang tokoh bernama Mahapati.

Konon Mahapati-lah yang memfitnah Nambi saat ia pulang kampung ke Lamajang, untuk menjenguk ayahnya Arya Wiraraja yang sakit keras hingga meninggal dunia. Mahapati yang datang melayat ke rumah Nambi menyampaikan rasa duka citanya. Ia juga menyarankan Nambi yang saat itu cuti untuk memperpanjang cutinya.

Nambi pun setuju atas usul Mahapati. Mahapati lalu kembali ke ibu kota Majapahit dan menyampaikan permohonan izinnya ke Jayanagara, sang raja. Tetapi di hadapan raja, Mahapati justru menyampaikan berita bohong bahwa Nambi menolak untuk kembali ke ibu kota karena sedang mempersiapkan pemberontakan. Jayanagara yang termakan hasutan, langsung mengirim pasukan dipimpin Mahapati untuk menumpas Nambi.

Nambi yang tidak menduga datangnya serangan mendadak membangun benteng pertahanan di Gending dan Pejarakan. Tetapi benteng pertahanan itu dapat dihancurkan oleh Majapahit. Akhirnya Nambi sekeluarga tewas pula dalam peperangan itu. Kitab Pararaton mengisahkan Nambi mati dalam benteng pertahanannya di Desa Rabut Buhayabang, karena dikeroyok oleh Jabung Tarewes, Lembu Peteng, dan Ikal - Ikalan Bang.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement