Menurutnya untuk tindakan khusus mereka kelola pasien gangguan gagal ginjal akut ini secara umum memang sama dengan cara panduan mereka. Dan selama ini memang tidak ada pemberian obat khusus, atau obat dari Singapura yang sampai saat ini memang belum mereka terima dan pasien ini sudah membaik.
Di mana terapi dari mereka sesuai dengan gagal ginjal akut di antaranya seperti pemenuhan kebutuhan cairan, jika ada infeksi maka diatasi dengan antibiotik kemudian juga pemantauan hemodinamik pasien.
Dari 4 pasien yang sembuh ini, rata-rata mereka masuk dengan AKI fase 3 jadi dengan kondisi sudah parah. Di mana ada pasien yang sudah melibatkan organ lain seperti gangguan fungsi hati. Namun umumnya tidak ada masalah dengan gangguan pendarahan.
"Sebagian pasien kami tangani yang meninggal memang ada gangguan pendarahan," tambahnya.
Kristia menambahkan pasien gagal ginjal akut ini secara umum mengalami peradangan yang hebat dengan hipertabulasi, tanda-tanda pendarahan dan tanda-tanda gagal ginjal. Di samping itu juga infeksi bakteri dan peradangan lain.
Sementara hasil investigasi ditemukan adanya peradangan dan kematian sel di ginjal. 3 pasien yang meninggal mengalami peradangan di area tubulus atau saluran keluar air kencing bukan saringan darah di ginjal.
"Untuk analisis Toksinokogi kami belum menerima," terang dia.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.