Share

Kabar Baik, Satu Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Sembuh dan Diizinkan Pulang

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 26 Oktober 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 519 2694917 kabar-baik-satu-anak-korban-tragedi-kanjuruhan-malang-sembuh-dan-diizinkan-pulang-Cra69pYD1X.JPG

KOTA MALANG - Kabar baik datang dari korban tragedi Kanjuruhan Malang yang diizinkan pulang. Korban bernama Muhammad Afrizal (10) dipulangkan setelah 25 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Terlihat Afrizal keluar ruang rawat inap Galunggung, pada Rabu siang (26/10/2022), didampingi sang ibu kandungnya. Kondisi Afrizal anak asal Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang memang masih terlihat lemas.

Secara keseluruhan kondisi luarnya memang terlihat sudah membaik. Meski demikian, bocah kelas 5 ini mengenakan pakaian putih terduduk lemas di kursi roda yang didorong oleh tenaga kesehatan RSSA Malang.

Di kaki kanannya bagian lutut terlihat seperti bekas perawatan luka. Sedangkan di kaki kiri bagian mata kaki terdapat seperti plester kecil yang masih terpasang, pasca perawatan.

Sebelum pulang, sebuah bingkisan diberikan oleh manajemen RSSA ke Aminayu, ibu korban. Sang ibu pun tak kuasa menahan rasa haru, usai anaknya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah.

Wakil Direktur RSSA Malang Bagian Pelayanan Penunjang dr. Widodo Budi Prasetyo mengungkapkan, kondisi Afrizal diakui semakin membaik pasca dirawat selama 24 hari di RSSA Malang.

"Dari dokter yang merawat sudah diperkenankan pulang. Doa kami semoga ananda Muhammad Afrizal di perawatan selanjutnya di rumah akan semakin sehat dan pulih kembali," kata Widodo.

Sementara itu dr. Yudi Siswanto dokter spesialis bedah plastik menuturkan, kondisi Afrizal sudah mulai membaik dan stabil sehingga diizinkan pulang. Selanjutnya Afrizal akan menjalani perawatan di rumah dan kontrol di poliklinik atau bagian rawat jalan.

"Nanti ketika pulang tidak ada hal yang khusus, tilinggal kontrol ke poli untuk perawatan yang minimum, dan lebih penting mobilisasi berjalan seperti sedia kala," ujar Yudi.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu malam (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Malang. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Follow Berita Okezone di Google News

Total hingga Rabu pagi (26/10/2022) ada 135 korban meninggal dunia, sedangkan 660 orang terkonfirmasi luka-luka dengan rincian 24 orang, luka sedang 50 orang, luka ringan 586 orang. Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan. Keenam tersangka sendiri telah ditahan di Polda Jawa Timur setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini