NEW YORK - Para pejabat Amerika Serikat (AS) akan memasok Ukraina dengan tambahan bantuan militer sebesar USD275 juta (Rp4 triliun).
Menurut Associated Press, bantuan tersebut diharapkan akan digunakan untuk mengisi kembali amunisi untuk sistem artileri Ukraina, termasuk peluncur HIMARS yang telah digunakan oleh pasukan Kyiv untuk menghasilkan efek yang besar.
Sebelumnya, diketahui, AS memberikan bantuan militer tambahan senilai USD725 juta (Rp11 triliun) ke Ukraina. Hal ini diumumkan pemerintah AS pada Jumat (14/10/2022) malam.
Baca juga: Tambah Lagi Dana Perang Rp11 Triliun, Ini Rincian Bantuan AS ke Ukraina
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pemerintah Kyiv akan menerima tambahan senjata, amunisi dan peralatan dari Pentagon. Hal ini terkait dengan pemboman Rusia baru-baru ini terhadap target di seluruh Ukraina dan “bukti yang meningkat dari kekejaman oleh pasukan Rusia,”
Dikutip CNN, ini akan membuat total bantuan militer AS untuk Ukraina menjadi lebih dari USD18,3 miliar (Rp283 triliun) sejak awal pemerintahan Biden.
Bantuan juga datang dari para pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Mereka telah mengumumkan pengiriman senjata pertahanan udara canggih ke Kyiv, setelah serentetan serangan rudal Rusia.
Persenjataan yang dijanjikan oleh Inggris, Kanada, Prancis dan Belanda termasuk rudal dan radar. AS sebelumnya membuat janji serupa. Satu sistem teknologi tinggi dari Jerman sudah tiba di Ukraina. Janji itu datang saat sekutu Ukraina dari 50 negara bertemu di markas besar NATO di Brussels.
Inggris akan menyumbangkan rudal pertahanan udara, serta ratusan drone udara untuk mendukung pengumpulan informasi dan kemampuan logistik Ukraina. Inggris juga akan mengirim 18 senjata artileri howitzer tambahan selain 64 senjata yang sudah dikirimkan.
(Susi Susanti)