Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fakta-Fakta Mahfud MD Sindir Pendukung Khilafah

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 30 Oktober 2022 |17:17 WIB
Fakta-Fakta Mahfud MD Sindir Pendukung Khilafah
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD menyindir pendukung khilafah lantaran ingin mengganti ideologi Pancasila dan sistem demokrasi.

Hal itu diungkapkan oleh Mahfud pada saat menghadiri acara Kongres Forum Rektor PTN se-Indonesia yang berlangsung di Universitas Airlangga, Jawa Timur, Minggu (30/10/2022).

Berikut fakta-fakta sindiran Mahfud MD kepada pendukung khilafah:

1. Memangnya Ideologi Khilafah Sudah Pasti Bagus?

Mahfud MD menyindir pendukung khilafah apakah ideologi tersebut sudah pasti bagus dari Pancasila.

Baca juga: Sindir yang Ingin Ganti Pancasila Jadi Khilafah, Mahfud MD: Apakah di Negara Islam Ada Kejahatan?

"Ada yang bilang kayak gini 'pak ini negara pancasilanya sudah gagal pak harus diganti ideologinya', lalu saya tanya ganti dengan apa, lalu dia bilang 'karena ideologi Pancasila sudah gagal, maka kita ganti saja menjadi khilafah', memangnya kalau khilafah sudah pasti bagus? Ndak jawab dia," ujar Mahfud.

Baca juga: MUI Geram Komisaris Pelni Dede Budhyarto Plesetkan Khilafah Jadi 'Khilafuck'

2. Mahfud Tanyakan Apakah Negara Islam Tak Ada Kejahatan hingga Kudeta?

Mahfud memberikan pesan kepada seluruh masyarakat dan pemimpin di Republik ini untuk selalu melihat secara objektif dan penuh dengan pertimbangan sebelum memutuskan sesuatu terutama terkait kebangsaan dan kesatuan antar anak bangsa.

Dia pun mempertanyakan apakah negara Islam tak ada kejahatan hingga kudeta.

“Coba lihat tuh, nggak ada tuh. Apakah di negara Islam masih ada kejahatan, kudeta, lalu terjadi macam-macam, lalu Alquran mesti diganti?," tanyanya.

3. Mahfud Ajak Masyarakat Berpikir Rasional

Mahfud MD pun mengajak semua pihak untuk berpikir rasional tentang ideologi negara tersebut. Pasalnya, bila terjadi kekurangan di negara, maka sebaiknya diperbaiki karena bangsa Indonesia sepakat menganut demokrasi.

"Kan enggak, sama dengan negara Pancasila, terjadi korupsi besar-besaran ya kita perbaiki bukan kemudian kita ganti," terangnya.

"Karena soal kejahatan pun itu di Masjid banyak, di Gereja juga banyak, sehingga kita harus berfikir rasional, kita sudah bersepakat memilih demokrasi," pungkasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement