GARUT - Rohimah (29), ART asal Garut yang disiksa majikan di KBB berasal dari keluarga tak mampu. Janda satu anak itu rela menjadi ART untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya di Kampung Cinangor, Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
Kehidupan Rohimah ini setidaknya disampaikan sang paman, Kamil (55). Menurut Kamil, Rohimah telah terbiasa bekerja sebagai ART.
"Rohimah adalah tulang punggung keluarga. Segala keperluan anaknya di sini (Garut) dipenuhi oleh Rohimah," kata Kamil, Senin (31/10/2022).
Dari pernikahan bersama mantan suami, Rohimah memiliki satu orang anak perempuan yang kini duduk di bangku kelas 2 SD, atau berusia delapan tahun. Selama bekerja sebagai ART di luar Garut, anaknya tersebut dirawat oleh ibu Rohimah bernama Ikah di Kampung Cinangor.
"Ibu dan anaknya di sini selalu menunggu transferan dari Rohimah. Untuk biaya-biaya sehari-hari anak dan sekolahnya," ucapnya.
Baca juga: ART Asal Cianjur Disiksa Majikan, Muka Disiram Cabai hingga Baju Dilucuti
Keluarga pun tak menyangka jika Rohimah saat bekerja mendapat penyiksaan dari majikannya. Padahal selama menjadi ART, keadaan Rohimah selalu baik-baik saja.
Baca juga: Polisi Akan Minta Keterangan ART Korban Kekerasan di Pondok Kelapa
"Sebelumnya waktu jadi ART di tempat lain tidak pernah disiksa, baru majikan yang sekarang ini. Itu juga dari lima bulan bekerja dengan mereka, pertama tidak ada penyiksaan, kemudian dua bulan terakhir dia mendapat siksaan itu," ungkapnya.