Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Berdarah Pesta Halloween, Pemerintah Korsel Akui Tidak Miliki Pedoman Tangani Kerumunan Besar

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 01 November 2022 |13:54 WIB
Tragedi Berdarah Pesta Halloween, Pemerintah Korsel Akui Tidak Miliki Pedoman Tangani Kerumunan Besar
Tragedi berdarah Pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korsel menewaskan 156 orang (Foto: CNN)
A
A
A

SEOUL - Pihak berwenang Korea Selatan (Korsel) mengatakan mereka tidak memiliki pedoman untuk menanganani kerumunan besar di Pesta Halloween.

Seperti diketahui, Pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korsel yang digelar pada Sabtu (29/10/2022) malam, telah menewaskan 156 orang dan ratusan orang terluka.

Insiden itu terjadi di gang sempit yang diterangi lampu neon di distrik kehidupan malam yang populer Itaewon, di mana para saksi menggambarkan tidak dapat bergerak atau bernapas ketika ribuan orang yang bersuka ria berdiri bahu-membahu di jalan yang lebarnya tidak lebih dari 4 meter (13 kaki).

Di ujung jalan, pintu masuk gang telah ditutup, dengan petugas keamanan berjaga-jaga saat tim forensik yang mengenakan pakaian pelindung putih menjelajahi daerah itu, yang masih dipenuhi sampah dan puing-puing.

Baca juga: Tragedi Berdarah Pesta Halloween, Terlalu Banyak Orang Berdesakan hingga Terinjak-injak Jadi 'Biang Keladi'

Di tengah kesedihan, muncul pertanyaan tentang penanganan pemerintah atas insiden tersebut dan kurangnya kontrol massa sebelum tragedi itu.

Baca juga: Pesta Hallowen Berdarah, Korsel Umumkan Hari Berkabung Nasional hingga 5 November 2022

Seorang yang selamat, mahasiswa pertukaran Prancis berusia 22 tahun Anne-Lou Chevalier, mengatakan kepada CNN bahwa dia pingsan di antara kerumunan setelah didorong oleh sesama orang yang bersuka ria. “Pada titik tertentu saya tidak memiliki udara, dan kami sangat hancur karena orang lain sehingga saya tidak bisa bernapas sama sekali. Jadi, saya baru saja pingsan,” terangnya.

Beberapa saksi mata dan korban selamat mengatakan mereka hanya melihat sedikit atau tidak ada petugas polisi di daerah itu sebelum situasi memburuk.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement