Baca juga: Komnas HAM Buka Peluang Komunikasi dengan PBB Terkait Tragedi Kanjuruhan
Menurutnya, penembakan sendiri dilakukan tanpa koordinasi dengan Kapolres Malang pada saat itu.
"Dari pukul 22.08.59 WIB sampai 22.09.08 WIB, Brimob 11 kali menembakkan gas air mata ke arah selatan lapangan, setiap tembakan berisi 1 sampai 5 amunisi gas air mata. Aparat kembali menembakkan gas air mata pada pukul 22.11.09 WIB dan pada pukul 22.11 WIB hingga pukul 22.15 WIB diperkirakan ditembakkan 24 kali," jelasnya.
Beka menerangkan dari total 45 tembakan yang dikeluarkan, data yang diperoleh didapatkan sebanyak 27 tembakan gas air mata yang terlihat langsung dan 18 tembakan yang bersumber dari suara ledakan.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.