Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menelusuri Kereta Api di Priangan, Melihat Jejak Penjajahan Belanda

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |06:06 WIB
Menelusuri Kereta Api di Priangan, Melihat Jejak Penjajahan Belanda
Stasiun Bogor sekitar tahun 1927. (Foto: Leiden University Libraries, KITLV 157530)
A
A
A

Stasiun Cianjur

Kita tiba di tujuan akhir, stasiun Cianjur. Namun sejatinya jalur kereta yang dibangun pemerintah Hindia Belanda terus menembus pedalaman Priangan.

"Saat ini kita berada di Stasiun Cianjur, stasiun terakhir dalam kajian kami saat ini. Karena sesungguhnya jalur ini masih berlanjut terus sampai ke Padalarang, Cimahi, Bandung dan Cicalengka," ujar Dicky.

Hingga 1864, Cianjur sebenarnya adalah ibu kota Priangan. Jalur kereta api yang menyambungkan Cianjur hingga ke Batavia ini membuktikan bahwa Cianjur sempat memiliki peran penting di masa lalu.

"Priangan saat itu belum beribu kota di Bandung, tapi masih di Cianjur. Setelah sekian waktu pemerintah kolonial memindahkan ibu kota Priangan dari Cianjur ke Bandung. Tentu saja waktu itu ini mengurangi peran Cianjur sebagai sebuah kota dan sebagai bagian dari jalur kereta api," ujar Dicky.

Demikian perjalanan menelusuri rel kereta Priangan, yang sempat menjadi tumpuan ekonomi bagi pemerintah Belanda di era kolonial.

Rute ini sekarang menjadi pengingat bagaimana pemerintah kolonial mengeruk hasil bumi Priangan, memeras keringatnya, dan menyisakan jejaknya.

Kita masih bisa menyaksikan warisan tersebut, sebelum semuanya musnah dilindas zaman.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement