Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil 4 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat

Alfilya Tri Maulina , Jurnalis-Kamis, 03 November 2022 |15:53 WIB
Profil 4 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat
Dewi sartika/Foto: Wikipedia
A
A
A

JAKARTA - Gelar pahlawan nasional di Indonesia diberikan pertama kali pada 1959. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 195 pahlawan nasional.

Abdul Muis menjadi orang pertama yang dikukuhkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah. Berikut ini profil empat pahlawan nasional asal Jawa Barat:

 BACA JUGA:Bakti untuk Negeri, RS Muhammadiyah Bandung Selatan Siap Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik

1. Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika lahir di Cicalengka, 4 Desember 1884 Memiliki peran yang sama seperti RA Kartini, Raden Dewi Sartika merupakan pahlawan asal Jawa Barat yang turut berjuang untuk emansipasi wanita di sekitarnya dan berasal dari keluarga priyayi (bangsawan). Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan di bidang pendidikan.

Dewi sartika sempat bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS), yakni sekolah kelas satu yang diisi atau diperuntukkan bagi anak para bangsawan. Namun, karena sang ayah harus diasingkan ke Ternate, ia hanya mampu mengenyam pendidikan hingga kelas tiga sebelum mengikuti pamannya.

Tahun 1904, Dewi Sartika pindah ke Bandung dan mendirikan Sekolah Isteri di Kabupaten Priangan dua tahun kemudian. Didirikannya sekolah putri ini adalah karena adanya kemunduran kaum perempuan di masyarakat Sunda pada masa itu.

 BACA JUGA: Arahan Prabowo ke Tiga Matra TNI : Ciptakan Pertahanan Total untuk Indonesia!

Tahun 1910 Sekolah Isteri direlokasi menjadi Sekolah Keutamaan Isteri. Tahun 1920 membuka cabang di seluruh Kabupaten Priangan. Tahun 1929 berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi. Tahun 1939 pemerintah Hindia Belanda meanugrahi Orde van Oranje Nassau kepada Dewi Sartika. Tahun 1966 ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

2. Otto Iskandardinata

Dikenal dengan sebutan Si Jalak Harupat, Raden Otto Iskandardinata lahir di Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Maret 1897. Ayahnya merupakan kepala desa dan keturunan bangsawan, membuat keluarganya cukup disegani oleh masyarakat setempat.

Ia mengenyam pendidikan dan lulus dari Sekolah Guru, sebelum mengabdikan diri menjadi guru di Hollandsch Inlandse School (HIS) Banjarnegara. Pada 1920, ia dipindahtugaskan ke Bandung dan mulai menggeluti dunia politik.

Kemudian, ketika dipindahtugaskan kembali ke Pekalongan pada 1925, ia bergabung dengan Budi Oetomo. Ia juga turut andil dalam perumusan kemerdekaan dengan bergabung menjadi anggota BPUPKI dan PPKI.

Pada kabinet pertama Indonesia, ia diangkat menjadi Menteri Negara dan ikut melakukan persiapan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Perannya yang besar dalam proses kemerdekaan Indonesia menjadikan Otto Iskandardinata diangkat menjadi pahlawan nasional pada 6 November 1973.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement