Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil 4 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat

Alfilya Tri Maulina , Jurnalis-Kamis, 03 November 2022 |15:53 WIB
Profil 4 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat
Dewi sartika/Foto: Wikipedia
A
A
A

3. KH Zainal Mustafa

Sosok KH Zainal Mustafa dikenal karena khutbahnya yang dengan tegas menolak sikap kolonialisme penjajah. Ia lahir di kampung Bageur, Desa Cimerah, Singaparna, Tasikmalaya pada 1899 di keluarga yang berkecukupan. ia menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat sebelum belajar ilmu agama di pesantren yang tersebar di Jawa Barat selama 17 tahun.

Namanya dikenal sebagai pemimpin dalam sebuah pesantren di Tasikmalaya sekaligus pejuang Islam pertama dari Jawa Barat yang melawan Jepang. Peran Zainal Mustafa dalam melawan Jepang adalah memimpin Perlawanan Rakyat Singaparna

Pada 1927, ia mendirikan Pesantren Sukamanah di Tasikmalaya, dan bergabung dengan NU pada 1933. Pidato yang disuarakannya pada kegiatan dakwah di tahun 1940 mulai menyadarkan masyarakat dan memupuk kebencian terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.

Pada 17 November 1941, Zaenal Mustofa ditahan tentara Belanda dan dibebaskan Januari 1942. Setelah itu, ia melakukan rencana pemberontakan terhadap pemerintah Jepang dengan menyiapkan taktik serangan dua arah yang dilancarkan pada 25 Februari 1944. Karena aksi patriotiknya melawan pemerintahan Belanda dan Jepang, pada 6 November 1972, dia diangkat menjadi salah satu pahlawan nasional dari Jawa Barat.

4. Djuanda Kartawidjaja

Ir H Raden Djoeanda Kartawidjaja, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 14 Januari 1911. merupakan Perdana Menteri Indonesia yang ke-10 sekaligus terakhir yang sempat memimpin Indonesia. Ayahnya merupakan seorang mantri guru di Hollandsch Inlansdsche School (HIS). Di sana ia mengenyam pendidikan sekolah dasar sebelum melanjutkan pendidikan hingga lulus dari echnische Hoogeschool te Bandoeng (THS) pada 1933.

Sejak muda, ia telah aktif mengikuti organisasi non-politik seperti Paguyuban Pasundan dan Muhammadiyah. perjuangan yang terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi hukum laut. Deklarasi Djuanda diresmikan menjadi UU No. 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Atas jasanya, pemerintah menganugerahi Ir. H. Raden Djoeanda Kartawidjaja dengan gelar pahlawan nasional pada 19 Desember 2016.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement