6. Jean-Paul Sartre
Jean-Paul Sartre terpilih sebagai pemenang Nobel Sastra 1964 atas karya-karya filsafatnya yang dinilai kaya gagasan dan berisi semangat kebebasan dan pertanyaan akan kebenaran.Tapi ia menolak menerima Nobel. Filsuf asal Prancis ini mengatakan bahwa alasan penolakan itu didasari pertimbangan pribadi dan obyektivitas.
Pertimbangan pribadinya kurang lebih: semua kemuliaan yang ia terima dalam Nobel Sastra akan membebani pembacanya dengan tekanan. Pertimbangan lain Sartre tidak puas terhadap panitia Nobel yang sering berlaku tidak adil kepada penulis-penulis dari Blok Timur.
(Fahmi Firdaus )