Selain akses jalan yang membaik, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) juga amat membantu karena bisa menghemat waktu dan tenaga dalam mengelola lahan persawahan. Beberapa bantuan alsintan dalam program food estate, seperti traktor, jonder (sejenis alat bajak), dan mesin panen (combine harvester).
“Bermanfaat karena alsintan dibantu, jonder ada. Kami sebelumnya kalau menggunakan traktor untuk menggarap 2 hektare bisa 3 atau 4 hari. Kalau pakai jonder sehari selesai. Jonder itu untuk bajak sawah,” tuturnya.
Saluran air untuk irigasi dan pembuangan air yang berlebih saat musim hujan dan air pasang di lahan juga dinilai bermanfaat dalam menunjang produktivitas. Namun, diakui Hartoyo, masih ada kendala minor, seperti penyumbatan di pintu air yang kerap terjadi. Ia berharap pemangku kepentingan bisa memberikan solusi teknis yang tepat.
“Ya terendam (kalau hujan). Cuma kan di sini pasang surut. Jadi kalau surut, kalau tata airnya, ke sungainya lancar dibuka nanti kering. Ada pintunya,” ujarnya.
Sementara terkait berhentinya bantuan pupuk, ia dan para petani lainnya mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena sudah mengetahui bahwa pemerintah tidak mungkin memberi bantuan terus menerus. “Ya kalau dikasih ya enggak ditolak, cuma biasanya tetap mandiri juga,” katanya.
Kehadiran Rutin Penyuluh di Lapangan