Mereka berdua menjalin hubungan itu dengan penuh romantisme, sejak Januari 1936. Keduanya saling mencintai dan mengasihi satu sama lain, saling berbagi, mengisi, menasehati, dan mendoakan. Sejak keduanya berpacaran, hari - hari Bung Tomo berbeda dengan hari sebelumnya.
Hatinya tidak diisi dengan semangat heroisme perjuangan membela bangsa dan negaranya dari cengkeraman penjajah. Tetapi juga diisi oleh kasih sayang dari seorang perempuan. Bahkan Bung Tomo menyebut hidupnya sejak perkenalan dengan Sulistina sebagai roman perjuangan.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.