Share

Kisah Heroik Fauzi, Pelajar SD yang Meninggal Usai Lindungi Temannya dari Atap Sekolah yang Roboh

Erfan Erlin, iNews · Rabu 09 November 2022 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 510 2703919 kisah-heroik-fauzi-pelajar-sd-yang-meninggal-usai-lindungi-temannya-dari-atap-sekolah-yang-roboh-S4U9eXmIOx.jpg Atap sekolah SD Muhammadiyah di Gunungkidul Ambruk (Foto: MPI)

YOGYAKARTA - Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Bogor Playen yang sebelumnya kritis akibat tertimpa reruntuhan atap sekolah tempatnya belajar, Fauzi Ajitama (12) akhirnya meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wonosari.

Fauzi dinyatakan menghembuskan nafas terakhir, Selasa 8 November 2022 malam, sekira pukul 20.45 WIB.

Panewu Playen, Agus Sumaryono mengatakan bahwa kondisi Fauzi memang sempat naik turun akibat luka yang dideritanya cukup parah. Pihaknya pun terus melakukan pemantauan.

"Saat saya pulang untuk mandi itu kondisinya memang sempat membaik di mana tekanan darahnya yang tadinya 60 menjadi stabil," ujar Agus, Rabu (11/9/2022).

Agus mengatakan bahwa dirinya sempat berpikir kondisi Fauzi akan terus membaik lantaran telah mendapat penanganan dari dokter. Namun takdir berkata lain, sekira pukul 20.45 WIB dirinya mendapatkan kabar bahwa Fauzi meninggal dunia.

Baca juga: Atap SD Muhammadiyah Gunungkidul Ambrol Timpa Puluhan Siswa, Satu Kritis

Agus menceritakan kisah heroik Fauzi saat ambruknya atap sekolah. Fauzi, lanjut dia, berupaya melindungi teman-temannya dengan memberikan jalan agar segera pergi untuk dievakuasi.

Baca juga: 4 Kisah Sedih Sekolah yang Roboh karena Cuaca Ekstrem hingga Memakan Korban

Setelah itu, kondisi Fauzin pun sudah tidak sadarkan diri, di mana sekujur tubuh Fauzi diketahui tertimpa baja ringan dan material ambruknya atap.

"Sekujur tubuh Fauzi mengalami luka yang cukup serius. Itu mungkin karena melindungi teman-temannya," ungkap Agus.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menambahkan bahwa usai ambruknya atap sekolah SD Muhammadiyah Bogor Playen. Para korban dilarikan ke fasilitas kesehatan Puskesmas Playen 2.

Namun untuk korban Fauzi bersama satu korban lainnya dilarikan ke RSUD Wonosari karena kondisinya yang kritis.

"Dia mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, terutama di kepala," kata Hajar, Selasa malam.

Ia menambahkan, Fauzi dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis karena terjepit baja ringan penyangga atau kuda-kuda atap sekolahnya di lantai 2 bangunan yang roboh tersebut.

AKP Hajar melanjutkan, setelah mendapatkan perawatan intensif selama 12 jam, nyawa korban Fauzi bisa diselamatkan.

Baca juga: Tembok MTSn 19 Cilandak Roboh, Tiga Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi

Ia menerangkan bahwa ada 11 orang siswa yang juga sempat dibawa ke RSUD maupun Puskesmas. Namun mereka sudah diperkenankan pulang. "Kami turut berduka cita (atas wafatnya Fauzi)," kata dia.

Baca juga: Petugas Gabungan Sisir MTSn 19 Cilandak Pastikan Tak Ada Korban Lagi

Sekadar diketahui, pada Selasa 8 November 2022, sekira Pukul 07.00 Wib, pelajar SD Muhammadiyah Bogor masuk ke ruangan kelas untuk persiapan proses belajar mengajar. Kemudian sekira pukul 07.30 Wib, tiba-tiba atap ruangan lantai dua kelas 6 dan 5 roboh sehingga menimpa siswa-siswi yang berada di kelas.

Akibat peristiwa tersebut, pihak sekolah menderita kerugian kurang lebih Rp120 juta rupiah. Sementara 14 siswa mengalami luka-luka di mana satu diantaranya akhirnya meninggal dunia

Kini jenazah Fauzi disemayamkan di rumah duka Dusun Sumberejo Kalurahan Ngawu Kapanewon Playen di tempat orangtuanya.

Baca juga: Tiga Korban Tewas MTSn 19 Jakarta Dibawa ke RS Prikasih

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini