Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Persoalan Hubungan Dua Agama di Masa Hayam Wuruk Cetuskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 14 November 2022 |07:04 WIB
 Persoalan Hubungan Dua Agama di Masa Hayam Wuruk Cetuskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Raja Majapahit, Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)
A
A
A

Bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia Pupuh CXXXIX poin lima itu berbunyi "dikatakan bahwa mereka yang terpilih, Buddha dan Wiswa (Siwa) merupakan dua elemen dasar, tidak tunggal terpisah itu konon karena dapat segera dibagi dua, (padahal) dalam pada itu ke-jina-an (kebuddhaan) dan kebenaran Siwa itu tunggal itu terpisah (tetapi juga) tunggal, tak ada kebenaran yang mendua.

Pada bait itu terungkap dewa Siwa disamakan dengan Buddha. Lebih tegas bahkan diingatkan bahwa ada kebenaran Siwa - Buddha yang halus dan penuh kasih. Pertemuan dan penyatuan Siwa dan Buddha ini pun telah dimulai dengan tegas sejak zaman Singasari yakni saat raja terakhir Kertanagara setelah meninggal dibuatkan arca peringatan dalam wujud sebagai Siwa maupun Buddha.

Perumusan - perumusan yang dihasilkan di zaman Majapahit baik dalam bentuk sastra maupun arsitektur, pada dasarnya merupakan daya kreatif untuk mengatasi keanekaan agama. Masalah keanekaragaman tersebut perlu dikelola dalam rangka upaya bina negara di zaman Kerajaan Majapahit.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement