Setelah berputar-putar mencari posisi dropping yang aman dijangkau pasukan RPKAD, Kapten Sugeng berhasil melaksanakan misinya. Pasukan RPKAD berhasil memperoleh amunisi sehingga mampu melancarkan serangan balik.
Namun, keberhasilan tersebut harus dibayar dengan nyawa Kapten Marinir Sugeng. Sang pilot pemberani yang saat itu tengah duduk di kursi pilot gugur tertembak sniper Fretilin.
Atas dedikasi dan kepahlawanannya, Kapten Marinir Sugeng Hardjotaruno dianugerahi Bintang Sakti berdasarkan Keppres Nomor 069/TK/TH. 1978 tanggal 14 Desember 1978 dan pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Marinir Anumerta.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.