PORT MORESBY – Burung langka merpati berkepala hitam terakhir “ditemukan kembali” oleh para peneliti, sekira 140 tahun setelah terakhir kali terlihat.
Setelah sebulan mencari, sebuah tim pada September menangkap rekaman spesies tersebut jauh di dalam hutan sebuah pulau kecil di lepas pantai Papua Nugini.
BACA JUGA: Telah Lama Punah, Ilmuwan Berusaha Bangkitkan Kembali Harimau Tasmania dengan Rekayasa Genetika
Itu adalah upaya besar-besaran yang melibatkan wawancara yang tak terhitung jumlahnya dengan penduduk setempat, 20 jebakan kamera, dan pertemuan dengan bajak laut.
John Mittermeier, salah seorang pemimpin ekspedisi itu mengatakan bahwa dia merasa seperti “menemukan unicorn”.
Para peneliti berharap penemuan ini akan membantu menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan.
Tim tersebut sebelumnya telah berusaha menemukan merpati besar, yang tinggal di darat itu. Tiga pencarian di Pulau Fergusson - satu-satunya habitat merpati kepala hitam - pada 2019 tetapi tidak menemukan jejak burung itu.
Ekspedisi 2022 ini tampaknya akan berjalan serupa, hingga tim mencapai desa-desa di lereng barat Gunung Kilkerran - puncak tertinggi di pulau itu.
BACA JUGA: Setelah 70 Tahun Punah, Cheetah Akan Kembali Berkeliaran di Hutan India
"(Di sana) kami mulai bertemu dengan para pemburu yang telah melihat dan mendengar burung-merpati," kata ahli biologi konservasi dan pemimpin ekspedisi Jason Gregg sebagaimana dilansir BBC.
Seorang warga lokal bahkan memberikan petunjuk yang menjanjikan. Dia melaporkan melihat burung merpati beberapa kali di daerah dengan pegunungan dan lembah yang curam dan menjelaskan mendengar suara khas burung tersebut.