Share

Mengidentifikasi Denisova, Nenek Moyang Manusia Modern yang Hidup 50.000 Tahun Lalu di Asia Timur

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 November 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 18 2712057 mengidentifikasi-denisova-nenek-moyang-manusia-modern-yang-hidup-50-000-tahun-lalu-di-asia-timur-CeHvNCTxnN.JPG Ilustrasi/ Foto: BBC

JAKARTA - Sejak kerangka kelompok hominid ini ditemukan pada 2008, para ilmuwan masih terus mencari berbagai informasi tentang nenek moyang manusia modern itu.

Namun, tugas ini sangat sulit karena sangat sedikit fosil apa yang disebut Denisova yang ditemukan sejauh ini. Demikian dilansir dari BBC, Senin (21/11/2022).

 BACA JUGA:Positif Kasus Covid-19 Hari Ini Bertambah 4.306 Kasus

Tetapi dengan teknik baru analisa DNA, para peneliti dapat mengetahui seperti apa wajah mereka dan seperti apa kehidupan mereka.

Di bawah ini adalah lima hal di seputar spesies yang sudah punah dan dulu tinggal di Siberia dan wilayah Asia Timur.

 BACA JUGA:Komitmen Hidupkan Kekayaan Intelektual, Yasonna: Kita Tak Bisa Bergantung pada SDA

Siapakah Denisova?

Secara singkat, para ilmuwan sekalipun masih belum yakin, siapa mereka ini. Namun menurut satu penelitian, Denisova adalah nenek moyang manusia modern yang sudah punah dan dulu tinggal di Siberia dan Asia Timur.

Sebagian pakar mengatakan Denisova merupakan spesies baru manusia, namun sebagian lain menyebut mereka adalah Neandertal yang hidup di timur.

Sayangnya, sulit untuk mengetahui periode yang pasti mereka hidup karena sangat sedikit fosil Denisova yang ditemukan sejauh ini.

Dari temuan fosil sejauh ini terlihat bahwa mereka tinggal di gua Denisova (karena itu dinamakan Denisova) di Siberia selatan, sekitar 50.000 sampai 200.000 tahun lalu.

Rahang Denisova juga ditemukan di daratan tinggi Tibet dan temuan itu menunjukkan Denisova tinggal di sana sekitar 160.000 tahun lalu.

Temuan itu menunjukkan manusia Denisova lebih muda dari Neandertal dan bahkan Homo Sapiens, yang pertama muncul sekitar 300.000 tahun lalu.

Bukti DNA menunjukkan baik Neandertal dan Denisova juga tinggal di gua Denisova walaupun mungkin bukan pada waktu yang sama.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Proses penemuan Denisova

Denisova adalah kelompok manusia pertama yang ditemukan berdasarkan DNA. Tetapi temuan ini sebenarnya adalah kebetulan.

Pada 2010, seorang pakar genetika Jerman, Professor Johannes Krause tengah meneliti DNA dari apa yang ia perkirakan sebagai jari Neanderthal yang ditemukan di gua Denisova.

Dari sinilah, Krause menemukan spesies baru, Denisova. Dengan hanya seidikit fragmen tulang, para ilmuwan berhasil membuat rangkaian genoma manusia Denisova.

Inilah temuan pertama melalui rangkaian genome tanpa adanya temuan fosil signifikan lain.

Kemudian pada 2019, sisi kanan rahang yang ditemukan pada 1980an di gua Baishiya, Tibet, juga dianalisa. Walaupun DNA tak dapat disarikan, analisa protein menunjukkan, rahang itu adalah manusia Denisova.

Banyak yang memperkirakan beberapa fosil hominid dari Asia Timur adalah juga Denisova dan sempat diklasifikasikan sebagai spesies lain.

Tetapi tanpa analisa DNA dan protein, dan masih sedikitnya fosil Denisova, sulit untuk memastikannya.

Seperti apa bentuk manusia Denisova?

Dengan temuan ratusan fosil, masih banyak pertanyaan soal Neandertal yang belum terungkap. Jadi sangat sulit untuk membayangkan bagaimana bentuk spesies yang ditemukan pada 2010 dengan hanya sedikit fosil untuk dianlisa.

Walaupun sangat sulit untuk memperkirakan seperti apa bentuk manusia Denisova, ada sejumlah petunjuk. Dari fosil yang ditemukan, manusia ini diperkirakan memiliki gigi dan rahang besar. Bentuk Denisova direkonstruksi dengan menggunakan teknik baru yang menggunakan DNA.

Dengan metode ini, para ilmuwan memperkirakan Denisova memiliki panggul lebar, tulang rusuk besar, dahi rendah, dan tulang tengkorak lebih lebar.

Perkawinan Denisova dan Neanderthal

Perkawinan Denisova dan Neanderthal pernah terjadi. Fragmen tulang yang ditemukan di Gua Denisova pada 2012 menunjukkan hal itu.

Pada awalnya pecahan tulang Denisova diperkirakan tulang hewan karena terkubur di antara ribuan fragmen tulang binatang. Namun setelah dipastikan tulang itu adalah manusia oleh peneliti dari Universitas Oxford, tulang itu dikirim ke Insitut Max Planck untuk analisa laebih lanjut.

Hasil kajian? Pada 2018 diumumkan bahwa tulang berusia 90.000 tahun itu adalah milik Denny (julukan untuk manusia Denisovan), seorang perempuan, anak dari ibu Neandertal dan bapak Denisova.

Dari sekitar selusin fosil Denisova yang ditemukan, hanya satu tulang yang diperkirakan "campuran" antara dua jenis manusia.

Belum jelas apakah ini hanya kebetulan atau apakah ada perkawinan Neandertal dan Denisova.

Mengapa Denisova punah

Tidak jelas mengapa manusia Denisova punah. Ada bukti DNA terbatas yang menunjukkan mereka tinggal di Nugini dan pulau-pulau sekitarnya sampai 15.000 atau 30.000 tahun.

Namun yang diketahui adalah Homo Sapien berkembang biak dengan Denisova dan menghasilkan keturunan manusia modern.

Misalnya saja, varian gen EPAS1 yang diwarisi orang Tibet dan sherpa dari Denisova membuat mereka lebih tahan dari dataran tinggi, dan terlindung dari kondisi hipoksia atau ketahanan tubuh yang kekurangan oksigen.

Para ilmuwan jgua menemukan bahwa penduduk modern di Oceania memiliki sistem kekebalan yang sebagian serupa dengan DNA yang didapat dari manusia Denisova.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini