CIANJUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mencatat, puluhan SMA/SMK di Kabupaten Cianjur rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 5,6.
Menurut Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, 26 sekolah baik SMA maupun SMK yang terdampak gempa dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga berat.
"Jadi dari 26 sekolah itu hampir 138 ruang kelas rusak, termasuk ruang guru di antaranya rusak berat. Dari pantauan kami, yang terberat di daerah Cugenang dan daerah Cilaku, termasuk di SMAN 1 Cianjur," ujar Dedi dalam peninjauan di lokasi terdampak gempa Cianjur, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Warga Korban Gempa Cianjur Butuh Ribuan Selimut dan Makanan Siap Saji
Dedi mengatakan, meski sejumlah sekolah mengalami kerusakan, pihaknya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di wilayah terdampak tetap berjalan.
Ada tiga pola yang dapat dipilih satuan pendidikan sesuai dengan kondisi sekolah, yakni daring, hybrid (luring dan daring), dan sistem shift (pagi dan siang).
"Dan kewenangan itu saya serahkan kepada satuan pendidikan atau sekolah-sekolah untuk membuat kebijakan mana yang kira-kira bisa memudahkan dalam proses belajar mengajar tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:7 Korban Luka Akibat Gempa Cianjur Dirawat di RSUD Ciawi