Dia mengatakan, dalam kebijakan publik, pemerintah mendorong dua hal yakni membangun industri berorientasi ekspor untuk menghasilkan devisa dan subtitusi impor untuk menghemat devisa.
"Mengapa devisa penting, karena 1-2 tahun ke depan pertandingan kita ini adalah di kurs," ucapnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, belanja PLN mencapai sekitar Rp300 triliun. Dari angka itu, sebanyak Rp200 triliun dibelanjakan di dalam negeri. Darmawan juga menuturkan, dalam menjalankan usaha PLN melibatkan ribuan pemasok dalam negeri dan jutaan masyarakat Indonesia.
"Pak Menko, spending di PLN sekitar Rp300 triliun. Sekitar Rp200 triliun kita belanjakan di dalam negeri. Ada 9.700 pemasok dalam negeri. Ada 4 juta rakyat Indonesia untuk ikut terlibat menyediakan produk kelistrikan dari energi primer, pembangkit, transmisi, sampai distribusi," katanya.
Dia menjelaskan, pemerintah dalam waktu dekat akan memberikan arahan di mana belanja yang dikeluarkan harus punya TKDN minimal 50 persen. Darmawan mengatakan, PLN secara totalitas akan mewujudkan hal tersebut.
Ia pun bercerita, PLN telah berjuang untuk mendorong TKDN. Sepuluh tahun lalu, TKDN di PLN masih rendah di angka 20 persen. Lalu terus meningkat menjadi 25 persen dan naik lagi menjadi 30 persen.