Share

Bertemu 17 Ibu Tentara Rusia di Medan Perang Ukraina, Putin Imbau Jangan Percaya Berita Palsu di Media

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 26 November 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 18 2715217 bertemu-17-ibu-tentara-rusia-di-medan-perang-ukraina-putin-imbau-jangan-percaya-berita-palsu-di-media-vLbbQYZ9TM.jpg Presiden Rusia bertemu dengan 17 ibu tentara Rusia (Foto: AP)

RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengimbau para ibu tentara Rusia yang ikut berperang di Ukraina untuk tidak mempercayai "berita palsu" dan "kebohongan" tentang perang yang berkecamuk di TV atau internet.

Seperti diketahui, Putin menggelar pertemuan pada Jumat (25/11/2022) di kediaman negaranya di dekat Moskow. Putin terlihat duduk di meja besar dengan sekelompok 17 ibu tentara Rusia. Beberapa dari mereka mengenakan jilbab berwarna gelap - simbol duka cita.

Putin pada Jumat (25/11/2022), menyerang media yang menurutnya membuat gambaran miring tentang kampanye militer Rusia di Ukraina. "Ada banyak kebohongan dan kecurangan di sana," kata Putin sewaktu bertemu para ibu dari tentara Rusia yang bertarung di Ukraina, dikutip VOA.

Baca juga: Bertemu dengan 17 Ibu Tentara Rusia yang Meninggal di Medan Perang, Putin Berbagi Rasa Sedih dan Kehilangan

Meskipun sulit mendapatkan berita yang berimbang tentang situasi di Ukraina di Rusia karena kontrol Kremlin atas media, banyak orang beralih menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk melewati sensor.

Baca juga: Sekutu Dekat Rusia: Ukraina Harus Bernegosiasi Atau Terima Risiko Hancur Total

Pertemuan di Kremlin dengan lebih dari selusin wanita terjadi sementara ketidakpastian terkait konflik terus membayangi. Dan timbul pertanyaan apakah mobilisasi akan berlanjut untuk mengatasi kekalahan belakangan ini di medan perang.

Menurut transkrip Kremlin dan foto-foto pertemuan, Putin mengatakan bahwa dia terkadang berbicara dengan pasukan secara langsung melalui telepon.

Follow Berita Okezone di Google News

"Saya telah berbicara dengan (pasukan) yang mengejutkan saya dengan tekad dan sikap mereka akan konflik ini. Mereka tidak menyangka ada telepon dari saya. Saya menelepon mereka untuk mengatakan bahwa mereka adalah pahlawan," ujarnya.

Kerabat beberapa tentara mengeluh tidak diundang ke pertemuan itu dan secara langsung mengkritik kepemimpinan Putin serta "mobilisasi parsial" baru-baru ini. Menurut pejabat pertahanan, 300.000 tentara cadangan disiagakan.

Olga Tsukanova dari Dewan Ibu dan Istri, gerakan yang dibentuk kerabat tentara yang dimobilisasi, mengatakan dalam pesan video di aplikasi Telegram bahwa pihak berwenang telah mengabaikan pertanyaan dan permintaan dari organisasinya.

Laporan yang belum dikukuhkan beberapa outlet media Rusia menyebutkan bahwa sebagian dari wanita yang bertemu Putin pada Jumat (25/11/202) itu adalah anggota gerakan sosial proKremlin, Partai Rusia Bersatu yang berkuasa, atau pejabat lokal yang mendukung pemerintahan Putin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini