Share

Kecewa Tak Dibelikan Motor, Remaja di Lubuklinggau Nekat Gantung Diri

Era Neizma Wedya, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 610 2716581 kecewa-tak-dibelikan-motor-remaja-di-lubuklinggau-nekat-gantung-diri-dGaN3pW1hQ.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

LUBUKLINGGAU - Seorang remaja 19 tahun di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya.

Remaja tersebut yaitu MR, warga Jalan Kandis, RT 03, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. MR ditemukan tewas gantung diri pada Minggu 27 November 2022 sekitar pukul 17.30 WIB.

"Pertama kali korban ditemukan gantung diri oleh kedua orang tuanya yang pulang dari pasar," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara.

 BACA JUGA:Tragis! Nenek Renta Tewas Tergantung di Kamar Mandi

Mulanya menurut Robi, sekitar pukul 16.00 WIB saksi Sidik dan Tati (kedua orang tua korban) pergi meninggalkan rumah untuk pergi ke pasar.

Kemudian selesai dari pasar, kedua saksi pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WIB. Saat pulang, keduanya menemukan anaknya yakni MR sudah tergantung di dalam rumahnya. Korban gantung diri menggunakan seutas tali tambang warna biru yang di bawahnya terdapat kursi plastik warna cokelat.

 BACA JUGA:Diduga Tak Tahan Menduda, Seorang Pria Gantung Diri

"Kedua saksi yang melihat itu lantas berusaha untuk menyelamatkan nyawa anaknya, namun tidak tertolong lagi," sambungnya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian dengan dibantu warga setempat dan Ketua RT 03, mayat korban di turunkan. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. Dan setelah menerima laporan itu, tim gabungan dari Satreskrim bersama nafis Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Utara langsung turun.

Petugas setiba dilokasi langsung melakukan olah TKP. Sekaligus petugas bersama dengan tim medis Rumkit melakukan pemeriksaan luar terhadap kondisi tubuh korban.

"Tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan atau tanda kekerasan fisik atau penganiayaan," bebernya.

Robi menjelaskan, kesimpulan dari tim medis bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

"Kedua orang tua korban menerima kejadian itu dan menyatakan secara tertulis untuk tidak dilakukan autopsi/bedah mayat," ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil interograsi saksi-saksi di TKP dan keterangan kedua orang tua korban, diduga kuat korban bunuh diri karena tidak tahan dengan himpitan ekonomi keluarga.

"Korban sempat ngambek/kecewa kepada kedua orang tuanya, karena minta dibelikan sepeda motor, namun orang tuanya tidak mampu untuk membelikannya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini