Share

Hindari Kebocoran Keuangan dan Korupsi, PM Malaysia Anwar Ibrahim Rangkul PNS Bekerja Sama

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 November 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 18 2717127 hindari-kebocoran-keuangan-dan-korupsi-pm-malaysia-anwar-ibrahim-rangkul-pns-bekerja-sama-yQ7rymMq34.jpg PM Anwar Ibrahim berbicara pertama kalinya di hadapan pegawai negeri sipil Malaysia (Foto: Kantor PM Malaysia)

PUTRAJAYA - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, pada Selasa (29/11/2022) menegaskan persetujuan pengadaan proyek pemerintah tidak bisa lagi diberikan tanpa proses tender.

Dalam pidato pertamanya kepada pegawai negeri sipil (PNS), Anwar menyatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya tidak akan terus membiarkan kebocoran keuangan dan korupsi.

“Saya mendesak semua orang (di pamong praja) untuk bekerja sebagai tim. Mari berkomitmen untuk menyelamatkan negara kita,” katanya seperti dikutip Bernama.

Baca juga: Kabinet Harus Ramping, PM Malaysia Anwar Ibrahim Janji Akan Dengar Semua Masukan Sebelum Pilih Menteri

Dia menambahkan bahwa dia tidak tertarik mengungkit kecerobohan dari pemerintahan sebelumnya dan mengatakan fokusnya harus membawa negara maju.

Baca juga: Tolak Mobil Dinas Mercedes S600, PM Malaysia Anwar Ibrahim Juga Enggan Renovasi Kantor 

“Kita harus mengembalikan citra aparatur sipil negara yang sudah tercoreng. Ini hanya dapat dilakukan melalui perubahan,” lanjutnya.

“Jika Anda melihat kelemahan dan kecerobohan sebelum ini, itu adalah sejarah. Saya tidak ingin menggali semua itu. Kita harus melihat ke depan dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” katanya, menurut Free Malaysia Today.

Anwar juga meminta pegawai negeri bekerja dengan pemerintah untuk membawa perubahan dan mengembalikan negara ke masa kejayaannya.

Dia mengatakan PNS harus memiliki semangat “islah”, atau reformasi, demi negara.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut dia, feformasi diperlukan agar negara dapat berubah. Dia menambahkan bahwa Malaysia telah mencapai tingkat tertentu sebelumnya tetapi sayangnya mengalami penurunan ekonomi, stabilitas, dan disiplin.

Dalam pidatonya pada Selasa (29/11/2022), Anwar juga menyinggung pentingnya pamong praja sebagai pilar negara.

"Kita mungkin tidak berhasil jika pamong praja tidak bersama saya,” ujarnya..

"Pemimpin datang dan pergi, tetapi pegawai negeri tetap menegakkan sistem dan aturan negara," lanjutnya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan mendengarkan ide-ide PNS karena mereka berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Dia berpesan kepada calon anggota Kabinet untuk menjalin hubungan kerja yang baik dengan PNS.

"Dengarkan pandangan mereka ... kecerdasan kami, keuletan kami, minat kami tidak mendekati pengalaman mereka (pegawai negeri),” ungkapnya.

Anwar menambahkan bahwa dia akan pergi ke departemen dan kementerian pemerintah untuk mendapatkan saran dan pandangan dari pegawai negeri.

"Hanya dengan melakukan ini, kami dianggap sebagai keluarga yang bekerja sebagai satu tim," tambahnya.

Seperti diketahui, Anwar dilantik sebagai PM ke-10 Malaysia pada Kamis (24/11/2022) lalu setelah kebuntuan politik setelah Pemilihan Umum ke-15 (GE15), yang melihat tidak ada koalisi yang menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Dia telah membentuk pemerintahan persatuan yang terdiri dari aliansi Pakatan Harapan, Barisan Nasional, Gabungan Parti Sarawak, Gabungan Rakyat Sabah dan mitra lainnya.

Mosi kepercayaan akan diajukan selama sesi parlemen berikutnya pada 19 Desember mendatang, sebagai ujian legitimasi pemerintahan baru.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini