Share

Ibu Negara Ukraina Tuntut Respons Dunia Terhadap Kekerasan Seksual yang Digunakan Sebagai Senjata Perang Rusia

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 November 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 18 2717143 ibu-negara-ukraina-tuntut-respons-dunia-terhadap-kekerasan-seksual-yang-digunakan-sebagai-senjata-perang-rusia-NTq3zCFI3N.jpg Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska (Foto: AFP)

LONDON - Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska pada Senin (28/22/2022) menuntut "tanggapan global" terhadap penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang, dengan mengatakan jaksa Kyiv sedang menyelidiki lebih dari 100 kemungkinan kejahatan oleh tentara Rusia.

Berbicara pada konferensi "Mencegah Kekerasan Seksual dalam Inisiatif Konflik" di London, Zelenska mengatakan bahwa penyelidikan tersebut hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya dari kejahatan semacam itu yang dilakukan dalam konflik Ukraina.

"Kesempatan bagi penjajah melebar untuk mempermalukan Ukraina dan sayangnya, kekerasan seksual dan kejahatan seksual ada di dalam gudang senjata mereka," terangnya, dikutip AFP.

Baca juga:  Ibu Negara Ukraina: Kami Tidak Dapat Melihat Akhir dari Penderitaan

"Semua orang tahu tentang banyaknya pemerkosaan," katanya kepada para delegasi pada hari pertama acara yang diselenggarakan pemerintah Inggris itu.

Baca juga: Ibu Negara Ukraina Curahkan Perasaannya, Ini Pesan Khusus untuk Para Ibu dan Istri Rusia

"Mereka (tentara Rusia) sangat terbuka soal ini,” lanjutnya.

Tetapi Zelenska memperingatkan, para korban takut untuk berbicara tentang stigma dan ketakutan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan kembali dan melakukannya lagi.

“Itulah mengapa sangat penting untuk mengakui ini sebagai kejahatan perang dan meminta pertanggungjawaban semua pelakunya,” ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Harus ada tanggapan global terhadap hal ini. Sayangnya, kejahatan perang semacam itu akan terus terjadi di dunia selama prajurit berpikir bahwa mereka dapat pergi tanpa hukuman apa pun,” ungkapnya.

Pemerintah Ukraina telah meluncurkan program dukungan untuk membantu para korban perang, yang menurut Zelenska dia harap bisa menjadi langkah pertama menuju penyelidikan dan penuntutan.

Dia mengatakan Ukraina ingin menyiapkan inisiatif serupa di luar negeri, seperti di Jerman dan Republik Ceko.

Konferensi tersebut mempertemukan perwakilan dari sekitar 70 negara untuk mengatasi momok kekerasan seksual dalam konflik.

Konferensi ini telah mendengar berbagai pandangan termasuk dari pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Nadia Murad dan Denis Mukwege, yang memenangkan penghargaan bersama pada 2018 atas pekerjaan mereka melawan masalah ini, serta para penyintas.

Seperti diketahui, Inggris meluncurkan kampanye selama setahun untuk menyoroti masalah ini sebagai bagian dari kepresidenannya di kelompok negara industri G8 pada 2012, yang kemudian termasuk Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan puncak itu di Irlandia Utara, tetapi Rusia diskors dari kelompok itu pada 2014 karena mencaplok Krimea.

Aktris Hollywood Angelina Jolie yang mendukung desakan Inggris untuk mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik mengatakan dalam sebuah pesan pada pertemuan terakhir bahwa "harus ada tanggapan global yang tegas" terhadap serangan semacam itu.

"Jika tidak ada, itu mengirimkan pesan kepada korban dan pelaku bahwa kami tidak benar-benar menganggap ini sebagai kejahatan signifikan yang perlu dihukum dan dicegah," ujarnya.

Zelenska kemudian bertemu dengan istri Sunak Akshata Murty di Downing Street. Keduanya berpelukan dan bertukar sapa sebelum masuk ke dalam ruangan.

Mereka kembali muncul untuk menggantung dekorasi di Pohon Natal yang didirikan di luar kediaman resmi dan kantor perdana menteri.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly pekan lalu mengumumkan bantuan baru untuk Ukraina dalam kunjungannya ke Kyiv, termasuk dukungan untuk korban kekerasan seksual oleh tentara Rusia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini