Share

Gibran Ungkap Ngerinya Backingan Tambang Ilegal, Ganjar: Kita Gerebek!

Qur'anul Hidayat, Okezone · Selasa 29 November 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 512 2716886 gibran-ungkap-ngerinya-backingan-tambang-ilegal-ganjar-kita-gerebek-GTpnI3fHlr.png Ganjar Pranowo. (Foto: Twitter Ganjar)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo merespons Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terkait maraknya tambang ilegal yang punya backingan kuat. Ganjar merespons dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) seluruh kabupaten dan kota di Jateng.

Sebelumnya Gibran membalas cuitan warga yang mengeluhkan tambang pasir ilegal di Klaten, Jawa Tengah. Gibran menyebut lokasi tersebut mempunyai backingan yang mengerikan.

Ganjar dalam rakor tersebut menegaskan hal tersebut tak bisa dibiarkan. Pasalnya, tambang ilegal atau galian C tersebut bisa membuat mata air hilang dan rusaknya jalan desa dan kabupaten.

“Ini tidak bisa (dibiarkan), mata air hilang, jalan rusak, kalau gak jalannya desa, ya jalannya kabupaten. memang di belakang galian c itu isinya gali (preman). Kalau kemarin Walkot Solo teriak keras, wah ini ngeri backupnya, maka forum hari ini penting,” ucap Ganjar, dikutip dari video di akun Twitternya, Selasa (29/11/2022).

Baca juga:  Jokowi Ngode Dukung Tokoh Berambut Putih, Ganjar Malah Pamer Rambut Hitam

Ganjar lantas mengusulkan agar disediakan nomor pengaduan untuk warga. Setelahnya, pihaknya bisa melakukan penggerebekan ke lokasi tambang ilegal tersebut.

“Saya usul konkret, kita kasi nomor HP untuk melaporkan, setelah itu kita gerebek bareng-bareng. Kita kasih batas waktu, ESDM kabupaten/kota mendampingi untuk dilakukan semacam pemutihan dan kita carikan jalan keluar,” ucap Ganjar.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Ganjar melanjutkan, pertambangan bukannya tidak boleh, namun haruslah legal. Jika dikelola dengan semestinya maka bisa memberi dampak positif bagi warga.

“Berani tidak kita terbuka, kita tata, bukan enggak boleh lho, kita tata, wong kita butuh itu kok, saya membayangkan desa yang dieksploitasi itu maju karena dia mendapat kick back, kick backnya apa? Legal. Tanpa itu dilakukan ini akan berulang terus,” ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini