Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Ribu Tahun Lalu, Makan Semangka Terasa Pahit dan Dapat Berakibat Kematian

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 01 Desember 2022 |06:03 WIB
6 Ribu Tahun Lalu, Makan Semangka Terasa Pahit dan Dapat Berakibat Kematian
Semangka. (Shutterstock)
A
A
A

Putih, pahit, dan berpotensi mematikan

Dengan mengkaji gen-gen mana yang ada pada biji-biji dari Libya dan mengetahui sifat yang dikendalikan setiap gen, para ilmuwan bisa menebak seperti apa semangka yang dikonsumsi 6.000 tahun lalu.

“Itulah cara kami memahami dengan tingkat kemungkinan yang tinggi bahwa semangka ini pahit, dan di dalamnya berwarna putih,“ kata Pérez Escobar.

Isi semangka tersebut juga punya ”senyawa bernama cucurbitacin dalam jumlah banyak“. Senyawa itu membuat semangka terasa pahit.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah signifikan, senyawa tersebut bisa membuat mati.“

“ Cucurbitacin utamanya ditemukan di kelompok tanaman Cucurbitaceae, yang mencakup labu, melon, dan semangka. Kadar racun pada senyawa ini muncul sebagai adaptasi untuk mencegah kerusakan akibat predator.“

Hingga saat ini beberapa spesies semangka liar bisa menyebabkan keracunan pada manusia akibat kandungan cucurbitacin yang tinggi, menurut Pérez Escobar.

“Kasus-kasus keracunan, atau bahkan kematian, dilaporkan di Eropa dan Asia pada orang-oerang yang mengira semangka liar dengan cucurbitacin yang tinggi bisa disantap seperti semangka biasa.“

Para ilmuwan meyakini dalam kasus semangka berumur 6.000 tahun di Libya, hanya biji yang dimakan.

“Tidak seperti buah semangka, bijinya tidak mengandung cucurbitacin, yang luar biasa pahit,“ kata Susanne Renner, peneliti dari Universitas Washington di AS yang merupakan sesama penulis kajian tersebut.

Penulis lainnya, Guillaume Chomicki dari Universitas Sheffield di Inggris, mengatakan semangka yang ditemukan timnya “tampak dikumpulkan atau awalnya dibudidayakan untuk diambil bijinya. Ini konsisten dengan tanda gigitan manusia pada biji-biji yang ditemukan di Libya“.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement