Sayangnya, aturan tersebut juga menimbulkan diskriminasi. Pada tahun 2006, sudah ada 3 pemijat tunanetra bunuh diri. Setelahnya, gelombang protes mulai berdatangan, terutama dari kelompok pemijat Korsel dengan anggota lebih dari 7 ribu orang.
3. Pembatasan Jam Bermain Game untuk Anak
Game sudah menjadi kegemaran banyak anak-anak dan remaja di dunia, tak terkecuali Korsel. Apalagi, industri game semakin berkembang tiap tahunnya. Hal itu justru mengganggu waktu istirahat anak-anak dan remaja, contohnya mereka hanya tidur 3 jam dalam sehari. Mulai tahun 2011, pemerintah Korsel mengeluarkan aturan pembatasan jam bermain game bagi anak-anak. Peraturan bernama Shutdown Law itu lantas mengundang kontroversi dan protes.
Anak-anak atau remaja dengan usia di bawah 16 tahun tidak boleh bermain game di jam 12 malam sampai 6 pagi. Setelah 10 tahun berjalan, pemerintah akhirnya mencabut larangan itu. Tidak hanya Korsel, China juga pernah memberlakukan larangan yang sama pada tahun 2017. Mereka yang usianya kurang dari 12 tahun hanya diperbolehkan bermain game 1 jam dalam sehari.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.