Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Burj Khalifa Tidak Punya 'Septic Tank', Truk Kerja Keras Keluarkan Kotoran Manusia Setiap Hari

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |12:37 WIB
Burj Khalifa Tidak Punya 'Septic Tank', Truk Kerja Keras Keluarkan Kotoran Manusia Setiap Hari
Gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa (Foto: Inhabitat)
A
A
A

DUBAIDubai diketahui sebagai tempat paling mencolok di dunia. Kota metropolis di tengah gurun ini menjadi tempat berdirinya gedung pencakar langit tertinggi di dunia yakni Burj Khalifa.

Siapa yang tidak mengenal Bur Khalifa? Gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 830 meter ini menjadi bangunan terbesar di dunia dengan kaca yang berkilauan.

Burj Khalifa memiliki semuanya. Fitur-fitur nyaman, mewah dan berkelas, Namun, ada satu hal yang tidak dimiliki dan itu sebetulnya sangat vital. Yakni sistem pembuangan limbah untuk kotoran manusia.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa gedung pencakar langit yang menghabiskan dana untuk membangunnya mencapai USD1,5 miliar (Rp23 triliun) ini tidak memiliki sistem untuk membuang limbahnya.

Baca juga: Beri Penghormatan, Gedung Tertinggi Dunia Tampilkan Wajah Ratu Elizabeth

Ternyata, setelah ditelusuri, hal ini disebabkan karena Burj tidak terhubung ke sistem air limbah kota. Alasan ini mencuat karena sejarah pembangunan Burj kala itu. Ketika Burj selesai dibangun, Dubai diketahui terhuyung-huyung akibat dampak krisis kredit pada 2008 dan diputuskan bahwa biaya untuk menambahkannya ke sistem saluran pembuangan kota yang sudah rusak adalah pemborosan uang yang tidak perlu.

Baca juga: Wuihh... Maskapai Ini Tawarkan Masuk Burj Khalifa Gratis, Gimana Caranya?

Dikutip Daily Star, saat itu pengembang yakin bahwa mengangkut limbah setiap hari akan lebih murah daripada memperbaiki sistem saluran pembuangan dalam waktu singkat.

Namun, dengan kemungkinan jika gedung ini memiliki tempat tinggal bagi 35.000 orang, bangunan ini mampu menghasilkan 15 ton limbah per hari. Sekarang ada rencana untuk membangun kembali sistem pembuangan limbah tetapi tidak akan selesai sampai 2025 mendatang.

Karena itu, gedung mewah itu harus memiliki cara yang kreatif dan menjijikkan untuk membuang limbahnya.

Setiap hari, kumpulan truk kotoran berjalan menuju menara yang berkilauan dan dibebani dengan limbah bangunan.

Limbah ini kemudian diangkut ke luar kota dengan unit paling bau yang bisa dibayangkan.

Jadi jika Anda mengunjungi Burj, Anda bisa berhati-hati ketika melihat konvoi truk oranye dan mungkin menutup jendela ruangan Anda.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement