Share

5 Fakta Baba Yaga, Penyihir Jahat yang Suka Makan Anak Kecil

Tim Okezone, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 18 2721135 5-fakta-baba-yaga-penyihir-jahat-yang-suka-makan-anak-kecil-b0D6c4xi5N.jpg Boneka Baba Yaga (foto: Getty Image)

BABA YAGA, penyihir perempuan tua yang tinggal di rumah berkaki ayam. Dalam cerita masyarakat Rusia, Baba Yaga suka memakan anak kecil, ,tapi juga suka menolong orang.

Dalam dongeng, perempuan pada usia tertentu biasanya punya satu dari dua peran: penyihir jahat atau ibu tiri yang jahat, dan kadang-kadang keduanya. Seorang tokoh kunci dalam cerita rakyat Slavia, Baba Yaga, jelas memenuhi persyaratan sebagai penyihir jahat.

Baba Yaga tinggal di rumah yang bisa berpindah dengan cara berjalan dengan kaki ayam, dan kadang-kadang terbang berkeliling dengan lesung dan alu raksasa. Berikut sejumlah fakta soal Baba Yaga yang dilansir dari BBC Indonesia :

1. Muncul sebagai Perempuan Tua

Baba Yaga biasanya muncul sebagai perempuan tua atau nenek tua, dan dia dikenal karena kesukaannya yang khas penyihir: menyantap anak-anak.

Dia sebenarnya karakter yang jauh lebih kompleks daripada yang dikira banyak orang. Licik, pintar, penolong sekaligus pengganggu, dia memang bisa menjadi karakter paling feminis dalam cerita rakyat.

 BACA JUGA:Penyihir Digaji Rp160 Juta di Kota Ini, Tugasnya Melakukan Promosi dengan Sihir

Baba Yaga begitu melekat dalam imajinasi sehingga antologi cerita pendek yang baru dirilis, “Into the Forest” (Black Spot Books), menampilkan 23 interpretasi karakter Baba Yaga, semuanya oleh penulis horor perempuan terkemuka.

Kisah-kisahnya menjangkau berabad-abad, dengan “Of Moonlight and Moss” karya Sara Tantlinger yang seperti membangkitkan salah satu kisah klasik Baba Yaga, “Vasilisa the Beautiful. Water Like Broken Glass” karya Carina Bissett menempatkan Baba Yaga pada latar belakang Perang Dunia Kedua. “Stork Bites” oleh EV Knight meningkatkan aspek mengerikan mitos itu sebagai kisah yang bermanfaat bagi anak-anak yang ingin tahu.

 BACA JUGA:Penyihir Ukraina Lancarkan Serangan Klenik, Gelar Ritual untuk Lengserkan Putin

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

2. Sejarah Baba Yaga

Baba Yaga muncul dalam banyak cerita rakyat Slavia dan terutama Rusia. Penyebutan paling awal tentangnya dalam tulisan berasal dari 1755, sebagai bagian dari pembicaraan tentang tokoh rakyat Slavia dalam buku Tata Bahasa Rusia karya Mikhail V Lomonosov.

Sebelumnya, dia muncul dalam seni ukiran kayu setidaknya dari abad ke-17, dan kemudian muncul secara teratur dalam buku-buku dongeng dan cerita rakyat Rusia.

Penggemar film mungkin mengenali namanya dari film John Wick yang dibintangi Keanu Reeves, di mana sang pembunuh bayaran dijuluki Baba Yaga oleh musuh-musuhnya, memberinya daya pikat misterius yang nyaris mistis.

3. Nama Baba Yaga Jadi Inspirasi Sejumlah Film

Legenda animasi Jepang Hayao Miyazaki menggunakan Baba Yaga sebagai inspirasi karakter pemilik pemandian dalam film pemenang penghargaan tahun 2001, "Spirited Away".

Baba Yaga juga muncul dalam musik; Modest Mussorgsky tahun 1874 menampilkan komposisi kesembilan yang disebut The Hut on Fowl's Legs (Baba Yaga). Ia juga barangkali akan segera muncul di layar televisi; Neil Gaiman menggunakannya dalam komik Sandman untuk DC, yang adaptasinya ditayangkan di Netflix.

Gaiman juga menggunakan Baba Yaga dalam serial komik “The Books of Magic”, dan cara dia menggambarkan karakter tersebut menyoroti ambiguitas moralnya: meskipun tampil sebagai penolong dalam “Sandman”, dia menjadi penjahat dalam “Books of Magic”.

Dia mengatakan, kepada BBC Culture bahwa dia pertama kali bertemu Baba Yaga saat berusia enam atau tujuh tahun ketika membaca buku fantasi anak-anak “The Dragon's Sister and Timothy Travels” karya penulis Inggris Margaret Storey.

4. Baba Yaga Memikat Amerika

"Ibu tiri saya dari Rusia pindah ke Amerika Serikat tak lama setelah jatuhnya Uni Soviet," kata Ryan, sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.

"Bersama saudara tiri dan babushka tiri saya, dia membawa borscht, boneka matryoshka, dan Baba Yaga," tuturnya.

"Sementara kebanyakan gadis seusia saya tumbuh dengan kisah putri-putri versi Disney, saya lebih suka cerita-cerita oleh Brothers Grimm, Charles Perrault, dan Hans Christian Andersen – dan, tentu saja, buku-buku dongeng dan cerita rakyat Slavia yang berbicara tentang Baba Yaga."

Sebenarnya, asal-usul Baba Yaga mungkin lebih jauh dari abad ke-17. Ada aliran pemikiran ilmiah yang mengatakan bahwa dia adalah analog dewa Yunani Persephone, dewi musim semi dan alam, dalam budaya Slavia. Dia memang dihubungkan dengan pepohonan, hutan, dan keliaran alam.

"Esensi Baba Yaga ada dalam banyak budaya dan banyak cerita, dan melambangkan sifat roh perempuan yang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dijinakkan, Ibu Pertiwi, dan hubungan perempuan dengan alam liar," kata Ryan.

5. Baba Yaga Cerita Rakyat yang Licik dan Pintar

 

Apa yang membuat Baba Yaga berada di atas penyihir cerita rakyat biasa adalah dualitasnya. Kadang-kadang dia menjadi pahlawan perempuan, kadang-kadang sebagai penjahat, dan unsur kebangkitan keperempuanannya yang kaya dan bersahaja.

"Baba Yaga tetap menjadi salah satu perempuan dalam cerita rakyat yang paling ambigu, licik, dan pintar," kata Ryan.

"(Dia) menimbulkan rasa takut dan rasa hormat, dan sekaligus kekaguman dan keinginan. Saya mengagumi kebebasan dan kemandiriannya, bahkan kekejamannya. Di dunia di mana perempuan begitu sering direduksi menjadi tokoh yang tidak penting, dia adalah sosok yang mengingatkan kita bahwa kita tegas dan tidak dapat dijinakkan, dan bahwa kebebasan seperti itu sering kali harus dibayar mahal."

Faktanya, dia adalah ikon proto-feminis. "Benar sekali," kata Yi Izzy Yu, salah satu penulis yang menyumbangkan cerita ke Into the Forest.

Salah satu penyebab dia mendapatkan deskripsi seperti itu adalah karena dia benar-benar membalikkan stereotip perempuan sebagai ibu yang mengasuh, dengan justru memakan anak-anak.

"Dia kuat meskipun tidak menarik dalam pengertian konvensional. Dia hidup dengan aturan magisnya sendiri daripada aturan duniawi," kata Izzy.

"Dan dia menantang kategori konseptual di setiap kesempatan. Bahkan rumahnya adalah rumah dan ayam, membuatnya, ya, tinggal di rumah dalam arti tertentu, tetapi tidak 'terikat'. Dalam [cara] ini, saya kira, dia adalah seorang gipsi dengan rumah bermotor."

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini