Share

Kendarai Mercedes, Putin Lintasi Jembatan Krimea Periksa Perbaikan Pasca Serangan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721268 kendarai-mercedes-putin-lintasi-jembatan-krimea-periksa-perbaikan-pasca-serangan-LMcWGiHt0k.JPG Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Presiden Vladimir Putin pada Senin, (5/12/2022) mengendarai Mercedes melintasi Jembatan Krimea yang menghubungkan Rusia selatan ke semenanjung Krimea yang dianeksasi, kurang dari dua bulan sejak ledakan merobek infrastruktur vital tersebut.

Jembatan jalan dan rel sepanjang 19 km, yang dibuka secara pribadi oleh Putin pada 2018, dibom pada 8 Oktober dalam serangan yang menurut Rusia dilakukan oleh Ukraina.

Putin, didampingi oleh Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin, ditampilkan di televisi pemerintah di belakang kemudi Mercedes, menanyakan pertanyaan tentang di mana serangan itu terjadi.

"Kami mengemudi di sisi kanan," kata Putin saat melintasi jembatan, sebagaimana dilansir Reuters. "Sisi kiri jembatan, seperti yang saya pahami, dalam kondisi kerja, tapi tetap harus diselesaikan. Masih sedikit rusak, kita perlu membawanya ke kondisi ideal."

Putin juga menyusuri bagian jembatan, yang terbesar di Eropa, untuk memeriksa bagian yang masih terlihat hangus.

Ukraina tidak pernah mengaku bertanggung jawab atas pengeboman jembatan tersebut pada pagi hari tanggal 8 Oktober, sehari setelah ulang tahun ke-70 Putin. Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan serangan itu diorganisir oleh intelijen militer Ukraina.

Ledakan tersebut menghancurkan satu bagian jembatan jalan, menghentikan sementara lalu lintas melintasi Selat Kerch. Ledakan itu juga menghancurkan beberapa kapal tanker bahan bakar di kereta yang menuju semenanjung Krimea yang dicaplok dari negara tetangga Rusia selatan.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Rusia pada 2014 mencaplok Krimea, yang dipindahkan dari Soviet Rusia ke Soviet Ukraina pada 1954 oleh pemimpin Soviet saat itu Nikita Khrushchev dan diakui oleh Rusia pada 1994 setelah runtuhnya Uni Soviet.

Ukraina telah berjanji untuk mengembalikan Krimea, yang bergantung pada jembatan untuk pasokan.

Perusahaan sekutu Putin Arkady Rotenberg membangun struktur besar, yang merupakan jembatan terpanjang di Eropa. Putin telah lama memuji proyek tersebut, membual pada satu titik bahwa Tsar Rusia dan para pemimpin Soviet telah bermimpi untuk membangunnya tetapi tidak pernah melakukannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini